Ilustrasi sedang vaksinasi. (Freepik/wayhomestudio)
Pemerintah Indonesia terus mengimbau masyarakat untuk melakukan vaksin booster Covid-19 sebagai upaya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 varian Omicron.
Namun, CEO BioNTech, perusahaan Jerman di balik vaksin mRNA yang diproduksi dengan Pfizer, mengingatkan bahwa vaksin-19 enggak cukup untuk menahan varian Omicron.
"Kita harus sadar bahwa vaksinasi tiga kali masih bisa tertular penyakit. Jelas sekali bahwa kita masih jauh dari 95ktivitas yang kita proleh untuk menangkal virus," kata Ugur Sahin, CEO BioNTech, dikutip dari Euronews.
Meski begitu, Sahin mengatakan bahwa data awal dari Inggris dan Afrika Selatan memberikan "informasi yang meyakinkan".
Penelitian terbaru di Afrika Selatan, tempat Omicron pertama kali dilaporkan menyarankan bahwa dua dosis vaksin Pfizer/BioNtech menawarkan efektivitas 70am mengurangi risiko rawat inap.
"Efektivitas vaksin dalam melawan Omicron akan turun dari waktu ke waktu, itu sangat mungkin, tappi masih harus diukur seberapa cepat turunnya. Saya enggak akan mendasarkan prediksi pada data laboratorium awal, tapi pada data nyata yang jauh lebih tepat," jelasnya.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.