Kamu pasti sering kali bingung harus ke psikiater atau psikolog untuk mengurus masalah mentalmu. Jawaban yang kamu temui sering kali membingungkan yang akhirnya membuatmu salah mendapatkan pengobatan. Dilansir dari beberapa sumber, Michelle Newman, seorang profesor psikologi di Penn State University pernah mengungkapkan bahwa media benar-benar mengacaukan perbedaannya.

Penting buat kamu ketahui, Beauty. Psikiater dan psikolog itu berbeda. Seorang psikiater adalah seorang MD yang dapat meresepkan obat. Psikiater ini sudah kuliah kedokteran dulu dan punya gelar sarjana, barulah mereka melakukan pelatihan dari semua jangkauan cabang kedokteran. Jadi, setelah lulus dari kedokteran ini, seorang psikiater ini menghadiri program residensi khusus di psikiatri untuk belajar praktek penilaian penyakit mental serta perawatan medis untuk masalah kesehatan mental.

Seorang psikolog sendiri adalah seseorang yang telah mendapatkan gelar PhD atau PsyD tergantung pada apakah spesialisasi mereka penelitian atau praktik klinis. Seorang psikolog dilatih tentang cara menyampaikan psikoterapi berbasis bukti dan untuk melakukan penilaian psikologis. Nah, pelatihan ini biasanya cukup lama, yaitu sekitar sepuluh tahun dan berfokus pada mengidentifikasi dan mengobati gangguan kesehatan mental menggunakan cara non-medis (seperti terapi bicara, bukan dengan obat-obatan).

Baca Juga: Stop! Jangan Samakan Lagi Serangan Panik dan Serangan Kecemasan, Ini Bedanya!

Baca Juga: Sering Merasa Lelah, Inilah yang Selalu Diperjuangkan Penderita Mental Illness

Tapi gak nutup kemungkinan seorang psikiater melakukan pengobatan psikoterapi dan gak rutin meresepkan obat bahkan seorang psikolog menulis resep obat. Ini hanya terjadi di beberapa kesempatan, gak selalu, Beauty.

Nah, jadi inilah waktu terbaik apakah kamu harus menemui psikiater atau psikolog. Semudah, kalau kamu tahu kamu ingin atau memerlukan obat-obatan, kamu harus pergi ke psikiate, tapi kalau kamu menginginkan psikoterapi, kamu butuh seorang psikolog. Psikoterapi dibutuhkan untuk motivasi dimana seseorang mau berubah dan bersedia untuk bekerja keras pada penyelesaian masalah.

Kalau penggunaan obat pasti punya lebih banyak efek samping, bahkan kamu menghentikan pengobatan artinya masalah bisa kambuh. Kalau masih bingung, lebih jelasnya masalah kesehatan mental yang parah seperti gangguan bipolar, psikosis, atau skizofrenia memerlukan obat sebagai bagian dari perawatan. Di sisi lain, depresi dan kecemasan adalah dua kondisi yang seringkali tidak memerlukan obat-obatan, dan psikoterapi yang lebih bermanfaat.

Di Indonesia sendiri sudah banyak layanan daring untuk kamu bertanya pada psikolog atau psikiater, mengetahui keluham kamu bisa membuat mereka menyarankan kemana lebih baiknya kamu berkonsultasi hingga mendapat pengobatan lebih jauh, Beauty!

Baca Juga: Musim Hujan Bikin Depresi? Cegah Dengan Ini!

Baca Juga: Wow! Inilah Alasan Kenapa Kamu Harus Menangis!