Ilustrasi seorang wanita sedang sakit perut. (Pinterest/huffingtonpost.ca)
Infeksi vagina dari bakteri yang biasanya ditemukan di vagina Anda atau dari penyakit menular seksual, seperti klamidia atau gonore, dapat menyebar dari vagina ke rahim, saluran tuba, atau indung telur (penyakit peradangan panggul).
Hal ini, cenderung memberi Anda rasa sakit pada vagina dan nyeri panggul. Rasa sakit ini cukup konstan, kata Shin, apalagi seks dapat memperburuk kondisinya, karena Anda mengiritasi area yang sudah teriritasi.
Jika infeksi, Anda hanya perlu satu putaran resep antibiotik. Tetapi jika itu adalah penyakit radang panggul sebelumnya, obgyn mungkin perlu meresepkan obat penghilang rasa sakit.
Minkin mengatakan pil KB tertentu dapat menyebabkan kekeringan pada vagina, karenanya dosis estrogen yang lebih tinggi dapat membantu.
Jika Anda sedang menuju menopause, Anda mungkin bisa menyalahkan kondisi tersebut dari rasa sakit di bagian perut setelah bercinta.
Nah, agar bisa keluar dari kondisi ini, sebaiknya gunakan pelumas yang dijual bebas. Jika itu tidak berhasil, tanyakan kepada dokter tentang pilihan resep.
Minkin mengatakan estrogen pervaginam atau obat DHEA vagina (hormon dehydroepiandrosterone) dapat membantu.
Jangan panik, setidaknya 30 persen perempuan memiliki rahim yang miring ke belakang. Jadi, ini bukan merupakan kondisi yang aneh.
"Maka, bisa dibayangkan jika ada jaringan parut di bagian tersebut yang menahan rahim dalam posisi miring, maka ini tentu akan menyakitkan," kata Minkin.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.
Share Artikel:
Lihat Sumber Artikel di Suara.com
Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.