Pandemi virus corona membuat kesehatan manusia baik itu fisik maupun mental jadi terancam. Meski begitu, hal itu membuat masyarakat jadi lebih memperhatikan kondisi kesehatan tubuhnya.

Apakah kamu salah satunya? Jika iya, mungkin kamu saat ini berusaha untuk memperbaiki kesehatan. Salah satunya dengan mencari berbagai suplemen makanan yang nutrisi untuk merasakan manfaatnya. Tetapi apakah kamu benar-benar membutuhkan suplemen makanan bernutrisi?

Suplemen nutrisi sama sekali bukan hal baru. Melansir laman Medical Daily (8/7/2020) statistik menunjukkan bahwa lebih dari setengah orang Amerika meminum satu atau lebih pil ini. Tak hanya terjadi di AS karena pil juga populer di Eropa. Apakah ini benar-benar dibutuhkan atau lebih baik mencari cara lain untuk menyehatkan badan?

Baca Juga: Jaga Daya Tahan Tubuh di Tengan Pandemi! Ini Kiat Memilih Suplemen Menurut Ahli...

Baca Juga: Hal-hal Berikut Ini Harus Kamu Perhatikan Sebelum Meminum Suplemen, Penting!

Bagi banyak orang, seperti orang tua, ibu menyusui bayi, atau wanita hamil, menambahkan suplemen nutrisi bisa membantu meningkatkan kesehatan dengan mengizi kurangnya gizi. Bahkan, para ahli mengatakan bahwa suplemen ini paling baik digunakan bagi mereka yang kekurangan gizi.

"Kapan saja seseorang kehilangan nutrisi dari kelompok makanan utama, pertanyaan pertama adalah, bisakah kita menargetkan nutrisi yang hilang dengan makanan? Jika tidak, maka kita akan mencari suplemen," ujar Melissa Majumdar, ahli gizi terdaftar dan juru bicara Academy of Nutrition dan Dietetika.

Karena itu, makan dan menjaga pola makan yang sehat harus didahulukan bahkan sebelum kamu mengonsumsi suplemen nutrisi, terutama jika kamu memiliki tubuh yang relatif sehat. Lagi pula, pil-pil ini hanyalah suplemen dan bukan pengganti diet yang tinggi buah dan sayur.

"Ada beberapa data yang mendukung manfaat suplemen tertentu pada hasil spesifik, tetapi banyak ulasan sistematis baru-baru ini menyimpulkan bahwa, untuk sebagian besar suplemen, kami memiliki data kualitas yang tidak memadai untuk memungkinkan kami membuat rekomendasi yang kuat," ujar Martha H. Stipanuk, James Jamison, profesor emeritus nutrisi di divisi ilmu gizi di Cornell University.

Selain itu, terlalu banyak suplemen makanan ini (seperti vitamin dan mineral dosis tinggi) juga bisa menjadi hal yang buruk dan bahkan dapat menyebabkan efek samping yang merugikan. Jadi hal yang paling baik adalah dengan mengikuti diet sehat (dikombinasikan dengan olahraga) agar mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan. Tak perlu mengonsumsi suplemen, kecuali jika kamu adalah orang yang benar-benar membutuhkannya.

Baca Juga: Dokter Klaim Vitamin K Efektif Cegah Infeksi Corona, Kenapa Begitu?

Baca Juga: Haruskah Konsumsi Vitamin dan Suplemen di Tengah Pandemi Corona?