Ilustrasi ibu memeluk putrinya (yeni.mobi/Edited by HerStory)
Mendidik anak memang bukan perkara yang mudah, ini menjadi tantangan bagi orang tua untuk menyusun standar emas pada parentingnya.
Selama ini sudah banyak dikenal berbagai jenis atau model parenting, mulai dari helikopter hingga otoriter. Namun, banyak orang tua yang masih bingung dengan berbagai jenis model tersebut.
Gak perlu pusing. Pakar parenting asal Australia, Dr Justin Coulson, menjelaskan dengan jelas tentang lima teknik parenting dan bagaimana dampaknya dalam pola pengasuhan terhadap anak.
Coulson mengungkapkan, selama beberapa dekade terakhir menunjukkan gaya parenting ini dianggap tegas dan hangat. Dia mengungkapkan, orangtua yang autorative atau berwibawa bisa mengekspresikan cinta dan perhatian kepada anak-anaknya. Itu juga bisa membatasi keterbatasan anak-anak.
“Parenting berwibaha menawarkan cinta dan perhatian. Namun, itu dipenuhi dengan pembatasan,” ujarnya dilansir AkuratParenting dari Daily Mail.
Namun dia mengungkapkan, gaya ini justru mengakibatkan anak-anak kebingungan karena ada aspek hukuman.
“Orang tua yang berwibawa kerap menghukum sehingga anak bingung membedakan antara cinta dan pembatasan,” tuturnya.
Parenting permisif dengan kata lain, orangtua suka membolehkan apa saja keinginan anak-anaknya. Coulson mengungkapkan gaya permisif menunjukkan orangtua sangat sayang. Tapi permasalahannya adalah, sedikitnya aturan pada model parenting ini.
“Aspek cinta menjadi hal yang dominan. Banyak penelitian menunjukkan gaya ini tidak sukses dalam pengasuhan dan pendidikan anak,” ujar Coulson.
Permasalahan yang sering muncul adalah anak-anak juga akan bertindak permisif dan tidak berprestasi di sekolah.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.
Share Artikel:
Lihat Sumber Artikel di Akurat
Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Akurat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.