Halilintar Anofial, Aurel Hermansyah, dan Lenggogeni Faruk (Instagram/genifaruk)
Alasan dr. Andry menyarankan butuhnya perencanaan kehamilan adalah guna menemukan faktor yang dapat mempersulit proses melahirkan atau perkembangan seperti abortus janin. Kondisi ini terjadi ketika janin yang dikeluarkan dengan berat kurang dari 500 gram, atau memiliki usia kehamilan kurang dari 20 minggu pada waktu dikeluarkan dari rahim, sehingga tidak memiliki angka harapan untuk hidup.
"Bahkan sampai terjadi abortus janin, maka kehamilan berikutnya harus dipantau secara ketat dan direncanakan dengan baik," jelas dr. Andry.
Sebagai tambahan, Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Hakim Sorimuda Pohan, Sp. OG menjelaskan bahwa jarak paling aman antara satu persalinan ke persalinan berikutnya adalah 3 hingga 4 tahun sekali. Selain itu, ada pula panduan usia ideal bagi wanita untuk melahirkan.
"Persalinan di atas usia 40 tahun, itu sangat tinggi risiko. Jangan lagi hamil kecuali belum punya anak, kalau usia ibu di atas 40 tahun, yang paling baik antara 25 sampai 35 tahun. Di bawah 20 tahun, si ibu sendiri pertumbuhannya belum komplit jangan dulu punya keturunan," timpal dr. Hakim.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.
Share Artikel:
Lihat Sumber Artikel di Suara.com
Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.