Antioksidan merupakan salah satu molekul penting untuk kesehatan. Antioksidan diketahui bisa mengurangi stres oksidatif yang disebabkan oleh produksi radikal bebas yang berlebihan hingga menyebabkan peradangan kronis, yang memengaruhi DNA, sel, dan protein tubuh.

Enggak hanya sampai di situ, radikal bebas dapat menyebabkan sejumlah penyakit jika tidak dinetralkan oleh antioksidan. Salah satu masalah kesehatan tersebut adalah kerusakan kesehatan kardiovaskular (jantung) ketika radikal bebas tak bisa diimbangi.

Melansir laman Medical Daily (15/7/2020) penelitian terbaru telah mengidentifikasi stres oksidatif sebagai faktor dalam pengembangan dan risiko terkena gagal jantung.  Menurut ulasan yang diterbitkan pada tahun 2018 oleh European Journal of Heart Failure, menyarankan untuk memperkuat kapasitas antioksidan endogen dalam tubuh demi mencegah penyakit jantung.

Baca Juga: Jangan Sampai Melewatkan Sarapan! Bisa Tingkatkan Risiko Sakit Jantung Lho

Baca Juga: Wadaw! Kembali Digalakkan, Program di Kota Cirebon Demi Keselamatan Ibu dan Bayi Saat Persalinan, lho!

Salah satu cara untuk memenuhi kapasitas antioksidan dalam tubuh dengan mengonsumsi makanan laut berwarna merah, seperti salmon, udang dan kepiting. Diketahui makanan tersebut mengandung astaxanthin atau biasa disebut sebagai "Raja Karotenoid".

Makanan tersebut memiliki efek antioksidan astaxanthin 100 kali lebih tinggi daripada antioksidan lainnya. Karotenoid diperoleh melalui makanan yang kita makan dan tidak diproduksi oleh tubuh sendiri sehingga beberapa kondisi kesehatan butuh asupan tambahan dari suplemen.

Sebuah studi baru-baru ini yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Juntendo di Tokyo mengeksplorasi bagaimana pasien dengan gagal jantung dapat merasakan manfaat dari astaxanthin untuk mengobati stres oksidatif.

"Kami berhipotesis bahwa suplementasi astaxanthin selama 3 bulan akan meningkatkan fungsi ventrikel kiri (LV) dan toleransi olahraga karena penekanan stres oksidatif," kata para peneliti dalam makalah yang diterbitkan oleh jurnal Nutrients pada 26 Juni 2020.

Baca Juga: Intensitas Ringan atau Berat, Olahraga Apa yang Terbaik untuk Kesehatan Jantung?

Baca Juga: Waduh! Jessica Iskandar Didiagnosis Penyakit Takikardia, Apa Penyebabnya?

“Sebagai kesimpulan, studi percontohan ini menemukan bahwa setelah 3 bulan mengonsumsi suplementasi astaxanthin, kadar penanda stres oksidatif menurun dan perbaikan diamati pada kontraktilitas jantung dan toleransi latihan pada pasien HF dengan disfungsi sistolik LV,” sambungnya.

Namun, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan karena merupakan penelitian observasional yang tidak membuat perbandingan. Seiring waktu, tingkat stres oksidatif berubah secara alami. Ini bisa menjadi salah satu alasan untuk meningkatkan fungsi jantung. Baik tokotrienol dan asam L-askorbat 2-glukosida juga diberikan kepada pasien, yang dapat meningkatkan efek astaxanthin.