Ilustrasi cegukan. (pinterest/freepik)
Fyi Beauty, penyebab cegukan berkepanjangan salah satunya adalah gangguan sistem saraf atau neuromyelitis optica spectrum disorder (NMOSD) atau juga dikenal sebagai penyakit Devic.
NMOSD adalah kelainan kronis pada otak dan sumsum tulang belakang yang didominasi oleh peradangan saraf optik (neuritis optik) dan radang sumsum tulang belakang (mielitis). Gak cuma cegukan, seseorang juga bisa mengalami gejala seperti mual, muntah, dan penglihatan kabur.
Menurut laporan Merck Manual of Diagnosis and Therapy, pneumonia juga memiliki gejala cegukan berkepanjangan, lho Beauty. Adapun, gejala lain yang menyertainya adalah sakit dada, demam, dan napas yang memendek.
Selanjutnya, cegukan berkepanjangan sering menjadi gejala gangguan saluran pencernaan.
Yang paling umum adalah gastroesophageal reflux disease (GERD) atau penyakit asam lambung. Cegukan biasanya dibarengi juga dengan dada terbakar, nyeri pada ulu hati atau heartburn, kesulitan menelan, dan serdawa.
Menurut laporan dalam Journal of Neurology and Neurophysiology tahun 2012, cegukan persisten dan sulit dihilangkan bisa menjadi tanda stroke. Adapun, gejala ini biasanya terjadi pada orang tua, Beauty.
Terakhir, cegukan berkepanjangan juga terjadi pada seseorang yang memiliki riwayat penyakit ginjal, lho Beauty. Hal ini bisa menjadi tanda bahwa penyakitnya memburuk. Adapun, gejala lain yang menyertainya adalah sakit tulang, bau mulut, dan otot yang tegang.
Menurut Davita, karena ginjal tak akan dapat menyaring cairan dan limbah dari darah secara efisien, maka akan menyebabkan penumpukan racun dalam aliran darah. Ketika pasien akhirnya merasakan efek ginjal mereka yang rusak, mereka akan mengalami perasaan tidak enak badan secara keseluruhan.
Selain itu, bisa juga disertai kelelahan, sering cegukan, mual dan mungkin muntah, kulit terasa gatal, dan sakit kepala.
Semoga informasinya bermanfaat, ya!
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.