Illustrasi wanita sedang squirting (Shutterstock)
Hal ini karena setiap vagina berbeda. Beberapa vagina tak memiliki kelenjar skene yang dianggap menghasilkan cairan yang dikeluarkan saat ejakulasi pada wanita.
Tak jelas apakah squirting memiliki fungsi biologis selain menghasilkan kesenangan. Tetapi seksolog Carol Queen, Ph.D., mengatakan wanita kemungkinan mengalami ejakulasi karena alasan yang sama dengan pria.
"Tubuh ini dipengaruhi oleh hormon dan juga genetika yang mendasarinya. Tetapi sebelum hormon itu menyerang dan membedakan klitoris dan penis, labia dan skrotum, dan sisanya, jaringan yang memebentuk kita pada tahap itu tak hilang, mungkin digunakan kembali," kata Queen.
Hingga saat ini squirting masih menimbulkan tanda tanya juga skeptisisme. Salah satu alasannya adalah masih kurangnya penelitian tentang fenomena tersebut.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.
Share Artikel:
Lihat Sumber Artikel di Akurat
Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Akurat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.