Illustrasi selaput dara pada wanita (scoopwhoop.com)
"Yang kedua, bisa saja robekan selaput dara itu terjadi karena trauma nonsexual. Contohnya perempuan itu jatuh, kecelakaan, kemudian terjadi trauma tajam di sekitar vagina, paha, lalu robek selaput daranya secara tidak sengaja. Atau olahraga yang terlalu hebat, itu bisa saja menyebabkan robekan," terang dia.
Lalu, adakah perbedaan antara bentuk robekan selaput dara karena hubungan seksual atau karena sebab lain?
"Kita tidak bisa membedakan, apakah robekan ini karena hubungan seksual, trauma, ataukah memang sengaja dirobek oleh dokter. Kalau sengaja dirobek mungkin kita bisa tahi karena dokter yng melakukan. Tapi kalau robekan karena taruma atau hubungan seksual, kita tidak bisa membedakan," jelas dia.
Lebih lanjut, Budi mengungkap fakta mencengangkan. Menurut dia, hubungan seksual bahkan nggak selalu dapat merobek selaput dara.
"Itu perlu dicamkan juga, tidak selalu hubungan seksual bisa merobek selaput dara. Ada hubungan seksual yang tidak merobek, sampai beberapa kali perlu effort yang berkali-kali, baru kemudian merobek selaput dara atau hymen," ungkap Prof.Budi Wiweko.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.
Share Artikel:
Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.