Beauty, mungkin enggak sedikit di antara kamu sering mengalami 'rep-repan' atau sering dikenal dengan istilah 'ketindihan' saat tidur. Kondisi ini di mana kamu tertidur dalam keadaan setengah sadar dan enggak bisa menggerakkan tubuh. Banyak yang beranggapan kalau kondisi ini seing dikaitkan dengan hal-hal gaib, 'ketindihan' jin atau setan misalnya.

Tapi Beauty, ternyata kondisi ini memiliki bahasa ilmiah yang disebut dengan sleep paralysis. Sleep pralysis terjadi ketika bagian otak terjaga, tetapi bagian tubuh lainnya masih tertidur. Sehingga, ketika seseorang mengalami kondisi ini dan mencoba untuk begerak, tubuhnya akan 'freeze' selama beberapa detik, bahkan hitungan menit.

Sleep Foundation mengatakan, kondisi ini sering disebut sebagai kelumpuhan tidur. Kondisi ini kerap kali dialami oleh penderita narkolepsi, tetapi  mereka yang enggak menderita narkolepsi juga bisa mengalami kelumpuhan tidur lho!

Baca Juga: 5 Dampak Negatif Kebiasaan Tidur Setelah Makan bagi Kesehatan, Jangan Disepelekan Ya!

Baca Juga: Bisa Tingkatkan Kinerja Tubuh, Ini Manfaat Lain Konsumsi Daging Sapi Bagi Kesehatan...

Seperti yang dikutip dari laman sindikasi Muslimah DailyKamis (23/7/2020), sleep paralysis termasuk salah satu jenis gangguan tidur. Kondisi ini membuat seseorang merasa 'ketindihan' dan enggak bisa menggerakan tubuhnya. Biasanya, para penderita juga mengalami halusinasi seperti ada seseorang yang mengawai serta perasaan tubuh berputar dan melayang.

Beauty, saat kamu mengalami jenis gangguan tidur ini usahakan tenang. dr Patricia Lukan Geontoro dalam laman Hellosehat mengatakan untuk enggak panik atau melawan karena sensasi 'ketindihan' akan semakin bertambah parah. Tenangkan diri, atur napas, dan gerakan tangan atau kaki secara perlahan. Cara ini bisa membantumu terlepas dari gangguan sleep paralysis. 

Beauty, terus-menerus meras 'ketindihan' saat tidur emang bikin enggak nyaman atau bahkan memunculkan rasa takut. Agar kondisi ini enggak terulangi setiap malamnya, kamu bisa mengatasinya dengan tiga cara beikut ini. Yuk simak terus ulasan berikut!

Tidur yang cukup

Beauty, perlu kamu tahu kalau kurangnya tidur bisa menjadi salah satu penyebab sleep paralysis. Untuk mencegah hal tersebut, pastikan kamu memiliki waktu tidur yang cukup. Umumnya, seseorang membutuhkan waktu tidur selama 6 hingga 8 jam per hari.

Baca Juga: Begini Lho Cara Jitu Kurangi Kadar Gula Darah, Bisa Cegah Diabetes!

Baca Juga: Anak Enggak Punya Ekspresi? Waspada Moebius Syndrome, Moms!

Untuk memastikan mendapat tidur yang cukup, sebaiknya hindari semua hal yang bisa menggangu jam tidur seperti minum kopi atau alkohol jelang tidur, makan dengan porsi besar di malam hari, memainkan ponsel menjelang tidur, dan melakukan olahraga 2 jam sebelum tidur.

Tidur dan bangun di jam yang sama

Beauty, kamu juga harus menerapakan waktu bangun dan tidur di jam yang sama setiap  harinya. Hal ini dapat dilakukan untuk menghindari sleep paralysis. Meski libur sekali pun, sebaiknya pastikan untuk tidur dan bangun di jam yang sama ya, Beauty.

Terbiasa bangun dan tidur di jam yang sama, mendukung jam biologis tubuh dan keseluruhan fungsi tubuh. Kebiasaan ini juga dilakukan agar terhindar dari tidur yang terlalu malam atau bangun terlalu siang, yang tentu saja akan berisiko membuat seseorang kurang tidur atau tidur berlebihan sehingga memicu sleep paralysis.

Lakukan perawatan lanjutan

Kedua cara di atas umumnya berhasil untuk mengatasi sleep paralysis. Namun, untuk beberapa kasus, seseorang yang mengalami kondisi ini terus-menerus, membutuhkan perawatan dokter. Terutama pada orang yang memiliki narkolepsi, restless leg syndrome, atau masalah kejiwaan yang menyebabkan insomnia.

Seseorang dengan kondisi tersebut, membutuhkan obat-obatan untuk mengurangi gejala, sehingga dapat tidur lebih baik. Obat yang diberikan biasanya adalah antidepresan. Terapi juga mungkin dibutuhkan untuk mengurangi stres dan meringankan gejala sehingga tidur tidak lagi terganggu.

Nah Beauty sudah tahu kan apa sleep paralysis itu dan bagaimana mengatasinya? Semoga bermanfaat!