Beauty sudah tahu belum siapa wanita pertama yang menginjakkan kakinya di puncak tertinggi di dunia? Yap! Junko Tabei, wanita asal Jepang yang berhasil mencapai puncak tertinggi dunia tersebut. Selain itu, ia juga menjadi wanita pertama yang berhasil mencapai puncak Everest.

Wanita ini kelahiran Miharu, Jepang pada tahun 1939 dan meninggal di Kawagoe, Jepang (20/10/2016). Junko menyelesaikan Pendidikan tingginya dari Showa Women’s University tahun 1962 dengan mengambil jurusan English and American Literature. Minatnya terhadap dunia pendakian telah ia miliki sejak kecil, lho!

Junko sudah mengikuti kelas ekspedisi pendakian dan pada saat kuliah, ia bergabung dengan beberapa klub pendakian, salah satunya adalah “The Ladies Climbing Club” yang berdiri pada tahun 1969 yang terdiri dari wanita sebagai anggotanya. Pendakian pertama yang dilakukan klub tersebut dilakukan di  Annapura III yang memiliki ketinggian 7.555 m pada tahun 1970. 

Baca Juga: Wow! Inilah 5 Fakta Aisyah, Istri Nabi Muhammad yang Harus Kamu Ketahui!

Baca Juga: Wow! Inilah Alasan Sesama Wanita Sering Berseteru, Kamu Gimana?

Junko mau banget untuk melakukan pendakian terutama pada tujuh puncak tertinggi di setiap benua di dunia atau yang biasa disebut dengan “Seven Summits” merupakan suatu mimpi dan harapan bagi seorang pendaki seperti Junko. Tapi perjalanannya nggak begitu mudah, lho!

Junko harus melawan stigma serta perasangka-prasangka buruk yang datang padanya sebab ia adalah seorang wanita. Beberapa pengalaman yang ia rasakan seperti penolakan atas permintaan bantuan finansial untuk ekspedisi para wanita dalam mencapai Everest. 

Junko sering diberitahu berkali-kali tentang penolakan bahwa “wanita enggak boleh mendaki Everest”. Selain itu, kalimat-kalimat ‘penolakan’ lain juga pernah ia terima, seperti untuk melupakan tentang pendakian dan lebih baik mengurus anak-anak saja di rumah. Kultur ini keras banget di Asia, ya, Beauty.

Tapi Junko enggak patah semangat, terutama untuk dapat mencapai puncak-puncak tinggi di dunia, sehingga ia memiliki reputasi sebagai salah satu Alpinist (Pendaki Gunung Tinggi, terutama Pegunungan Alpen) terkenal di dunia. 

Baca Juga: Pernah Menuai Kontroversi, Begini 5 Fakta Kayoko AKB48 yang Lagi Jalani Perawatan Akibat Positif Covid-19!

Baca Juga: Wow! Gak Cuma Jadi Wanita Pertama di Polres Malang, Inilah 5 Fakta Menarik Diyana Suci!

Persiapan ekspedisi Everest yang wanita ini lakukan selama bertahun-tahun membuatnya harus berupaya keras melalui pekerjaannya sebagai editor teknis serta mengajar piano dan bahasa Inggris agar dapat membiayai sebagian besar ekspedisi yang akan ia lakukan. 

Upaya keras yang dilakukannya pun akhirnya mendapat dukungan dana dari surat kabar dan jaringan televisi Jepang, dan akhirnya ia memimpin sebuah ekspedisi yang diikuti oleh para pendaki wanita. Ia berangkat dengan meninggalkan suami dan anaknya yang sedang berusia tiga tahun.

Ekspedisi Everest dipimpin oleh Junko mengikuti jalur pendakian yang telah sebelumnya dilakukan oleh Edmund Hillary yang berhasil mencapai puncak Everest untuk pertama kalinya. Pendakian pada 4 Mei 1975 tersebut dilakukan oleh 15 wanita dan 6 Sherpa. Tanggal 16 Mei 1975, Tabei berhasil menjadi wanita pertama yang menginjakkan kakinya di puncak Everest (8,850 m [29,035 kaki]) setelah berhasil melewati longsoran salju dan berbagai perjuangan lainnya.

Nah, puncak Everest bukan langkah terakhirnya untuk mendaki puncak-puncak tinggi di dunia, Beauty. Junko berhasil mencapai "Seven Summist" pada tahun 1992. Inilah enam puncak setelah Everest yang Junko selesaikan sebagai pencapaian "Seven Summits".

  • Kilimanjaro (19.340 kaki) di Tanzania tahun 1980,  
  • Mt. Aconcagua (6.959 m [22.831 kaki]) di Argentina tahun 1987 
  • Denali (6.190 m [20.310 kaki]) di Alaska tahun 1988 
  • Mt. Elbrus (5.642 m [18.510 kaki]) di Rusia tahun 1989 
  • Vinson Massif (4.892 m [16.050 kaki]) di Antartika tahun 1991 
  • Puncak Jaya (4.884 m [16.024 kaki) ]) di Indonesia tahun 1992 

Kerennya lagi, Junko berhasil mencapai puncak-puncak tertinggi di banyak negara, sekitar 70 puncak berhasil ia taklukan, lho!

Akhirnya Junko menjadi advokat lingkungan dan menyelesaikan studi pascasarjana di Universitas Kyushu, ia mempelajari dampak sampah yang ditinggalkan di gunung oleh pendaki. Junko bahkan pernah menjabat sebagai direktur organisasi pelestarian Himalayan Adventure Trust of Japan.

Kamu sudah pernah naik gunung apa saja, Beauty?