Wanita itu kodratnya kerja di dapur, ngurus rumah, enggak usah berkarier. Anggapan seperti itu kelihatannya sangat ditolak mentah-mentah oleh mayoritas kaum hawa saat ini. Salah satunya, CEO Treasury, Dian Supolo.

Wanita yang sudah berkarier kurang lebih selama 22 tahun ini mengaminkan bahwa semua wanita sama hebatnya. Baik itu bekerja kantoran, maupun mengurus rumah tangga. Namun, ia adalah salah satu pihak yang menolak anggapan bahwa wanita enggak sepatutnya berkarier.

“Wanita yang bekerja maupun di rumah itu masing-masing memiliki challenge yang berbeda. Tapi, saya memilih berkarier karena saya enggak mau bergantung dengan orang lain,” jelas Dian saat berbincang dengan Herstory, Kamis (6/2/2020) lalu di Kantor Treasury, Jakarta.

Dian memilih untuk menjadi wanita independen karena hasil didikan Ayahnya yang kompetitif. Hidup dalam keluarga yang enggak membeda-bedakan gender membuat Dian terbiasa bekerja keras meskipun dirinya adalah seorang wanita.

“Ayah saya selalu mengajarkan anak-anaknya untuk melakukan sesuatu secara maksimal. Wanita tidak boleh kalah dengan laki-laki. Seorang wanita harus independen, tidak bergantung pada siapa pun, wanita jangan mau di bully,” tandasnya.

Baca Juga: Di Mata CEO Treasury: Milenial Itu Bukan Kolonial!

Namun, memiliki sifat yang ambisius dan kompetitif juga ada sisi negatifnya lho. Dian mengaku, karena terbiasa dengan didikan itu, otaknya jadi selalu bekerja setiap saat, 24/7. Bahkan, kebiasaannya itu jadi sering diturunkan kepada karyawan-karyawannya.

“Saya terkadang lupa, sifat yang lahir karena didikan keluarga saya itu saya bawa-bawa ke anak-anak (re: karyawan Treasury). Saya lupa bahwa mereka datang dari didikan yang berbeda, jadi mereka kadang ngos-ngosan mengikuti pola kerja saya,” jelas wanita yang hobi traveling itu.

Seiring berjalannya waktu, Dian mulai membiasakan dirinya untuk mengerem cara kerjanya yang begitu cepat. Ia mulai membiasakan otaknya untuk punya waktu beristirahat.

Dian Supolo menjabat sebagai CEO Treasury sejak tahun 2018 lalu. Ia dikenal sebagai pemimpin yang galak, namun selalu mau menerima pendapat karyawan-karyawannya.

Wanita yang senang mengoleksi batik ini memiliki cita-cita di tahun 2020. Ia ingin membesarkan Treasury, dan akan tetap bekerja dengan sepenuh hati.

“Ingin membawa Treasury menjadi one of best. Saya ingin team saya bangga!” tutupnya.