Menu

Selain Screening Time, Ada Juga Istilah Screen Break yang Harus Diterapkan Saat Anak Bermain Gadget

10 Februari 2020 20:30 WIB
Selain Screening Time, Ada Juga Istilah Screen Break yang Harus Diterapkan Saat Anak Bermain Gadget

Dua anak balita sedang bermain gadget. (Unsplash/Jelleke Vanooteghem)

HerStory, Jakarta —

Selain mengenai screen time, Dina Haryana selaku Ketua Yayasan Sejiwa juga mengungkapkan bahwa ada lagi hal lain yang harus diperhatikan orang tua saat mendidik anak di zaman kemajuan teknologi. Adalah screen break, sama pentingnya dengan screen times ini juga harus dilakukan oleh para orang tua agar enggak terjadi hal-hal negatif saat masa tumbuh kembang anak.

Sama dengan namanya, screen break berarti istirahat dari penggunaan gadget. Tentunya saat sedang bermain di ranah digital, rasanya sulit berhenti karena itu sangat membuat orang kecanduan. Mulai dari visual hingga audionya menghipnotis diri agar selalu memainkannya. Padahal penting banget untuk memberikan jeda ketika sudah lama memainkan gadget.



"Selain screen time, ada lagi namanya screen break. Maksudnya itu adalah gimana para orang tua itu mengajarkan anak untuk berhenti kalau udah sekian lamanya dia harus berhenti jangan terus menerus," ujarnya disela-sela acara konferensi pers peluncuran program Tangkas Berinternet (10/2/2020).

Baca Juga: Yuk Terapkan Screening Time saat Anak Bermain Gadget, Apasih Maksudnya?

Jangan sampai terbuai karena internet itu memiliki banyak hal positif, belum tentu enggak memiliki dampak negatif. Jika diakses secara berlebihan, tentunya akan berdampak bagi kesehatan anak, baik fisik maupun mental. Oleh sebab itu, orang tua sebagai lingkungan pertama anak harus mendampingi ketika anak sedang bermain gadget.

"Jangan salah bahwa internet itu banyak hal positif, namun ada juga hal yang lebih kayak cyber bullying. Diajarkan pada anak bahwa kalau kamu berada diinternet, jangan sampai bahasanya buruk. Kalau anak ada yang berbahasa buruk sama kamu, sikapnya harus gimana. Itukan dari kecil harus udah dimasukan semua. Jadi be smart, cermat," tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa sebagai orang tua, jangan sampai melewatkan masa tumbuh kembang anak dengan memberikan gadget secara berlebihan. Jika hal itu terjadi, tentunya anak akan sulit untuk memiliki kebiasaan yang baik.

"Bayangkan saat bayi udah dijejelin gadget setiap waktu, jadi manusia itukan menjadi unggul kalo kebiasaan positifnya terbangun, nah gimana orang tua bisa memberikan kebiasaan positif sedangkan maunya pake gadget terus," tutupnya.


Baca Juga: Google Indonesia Luncurkan Program Tangkas Berinternet yang Ramah Untuk Anak

Baca Juga: Selain Jakarta, Program Tangkas Berinternet Menggelar Pelatihan di 5 Kota

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.