Ilustrasi wanita sedang menggunakan headset bluetooth.(shutterstock/Edited by HerStory)
Menurut Nyilo, gangguan pendengaran akibat suara keras disebut juga gangguan pendengaran akibat bising (GPAB).
“GPAB seringkali tak disadari penderita dan biasanya diketahui oleh orang di sekitar pasien terlebih dahulu,” tuturnya.
Oleh karena itu, Nyilo menyarankan para orang tua untuk mengecek earphone atau headphone yang digunakan anak-anak untuk belajar daring. Jika hal tersebut tak segera diantisipasi, anak-anak bisa kesulitan beradaptasi saat pertemuan tatap muka diberlakukan kembali.
“Kalau terlalu keras suaranya, bisa mengganggu pendengaran anak-anak, sehingga perlu ada pemantauan dari orang tua,” tandas Nyilo.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.
Share Artikel:
Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.