Menu

Busui Wajib Tahu! Ini Dampak Puasa Bagi Moms yang Menyusui dan Si Kecil

04 April 2022 23:15 WIB
Busui Wajib Tahu! Ini Dampak Puasa Bagi Moms yang Menyusui dan Si Kecil

Ilustrasi ibu menyusui (Tiktak.id/Edited by HerStory)

HerStory, Jakarta —

Setiap umat Islam di dunia diwajibkan berpuasa selama Bulan Ramadhan. Namun, ada beberapa orang yang tidak diwajibkan melakukan puasa, salah satunya yaitu ibu menyusui.

Pasalnya, ibu menyusui yang ikut berpuasa akan memberi dampak tertentu bagi dirinya dan bayinya. Mengapa demikian? Yuk simak penjelasan di bawah ini.

Secara medis, ibu menyusui memang dibolehkan berpuasa asalkan status kesehatannya baik. Melansir Suarai, Senin, (4/4/2022), Dokter spesialis anak dr. Melisa Lilisari, Sp.A., mengatakan bahwa berpuasa bisa berdampak terhadap kuantitas juga kualitas ASI.

"Dari segi kuantitas, suplai ASI tidak berkurang selama pengosongan payudara tetap terjadi. Bahkan dalam kondisi dehidrasi sedang pun tidak mempengaruhi suplai ASI," kata dokter Melisa.

Ia menambahkan, ibu sebaiknya tetap menyusui anaknya sesuai jadwal, seperti saat tidak berpuasa. Asalkan yang harus diperhatikan, yakni kecukupan air minum ibu.

Apabila, ASI yang keluar sekitar 600-800 cc per hari, maka ibu harus minum hingga 3 liter sehari selama buka puasa sampai waktu sahur, saran dokter Melisa.

Dampak puasa dari sisi kualitas ASI, lanjutnya, beberapa kandungan mikronutrien, seperti seng, magnesium, dan kalium, bisa berkurang.

"Tapi nutrisi itu bisa tergantikan saat ibu sudah makan kembali, sehingga tidak mengganggu kualitas. Sedangkan nutrisi makronutrien, seperti laktosa, protein, lemak tidak terpengaruh," ujarnya.

Secara alami, tubuh sebenarnya mampu menyesuaikan dengan situasi puasa. Dokter Melisa menjelaskan bahwa produksi ASI juga energi ibu yang menyusui bisa didapat dari makanan terakhir yang dikonsumsi saat sahur.

Apabila sudah habis, maka tubuh akan menggunakan energi dari cadangan lemak di tubuh. Sehingga untuk memproduksi ASI tetap akan berlangsung selama 12 sampai 14 jam berpuasa.

"Namun ibu harus tetap perhatikan rambu-rambu yang harus diwaspadai. Pertama, jika berat badan ibu turun lebih dari 1 kilo per minggu, sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter apakah ada masalah," pesannya.

Baca Juga: Amanda Manopo Soroti Pentingnya Dukungan untuk Ibu Menyusui

Baca Juga: Kembali Bekerja, Mengapa Banyak Ibu Berhenti Menyusui?

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Share Artikel:

Lihat Sumber Artikel di Suara.com

Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.

Oleh: Sri Handari

Artikel Pilihan