Obat herbal corona belakangan ini jadi buah bibir. Hal itu merebak sejak unggahan video YouTube Anji bersama Hadi Pranoto yang disebut sebagai ahli mikrobiologi.

Dalam video berjudul Bisa Kembali Normal? Obat Covid-19 Sudah Ditemukan!! Hadi Pranoto mengklaim dirinya berhasil menemukan obat herbal corona. Selain itu, ia juga menyebut bahwa membuka layanan rapid dan swab test yang lebih akurat seharga Rp10 ribu hingga Rp20 ribu.

Namun, video tersebut menuai kontroversi publik. Banyak orang yang meragukan gelar Hadi Pranoto hingga menyebut klaim yang dilontarkan oleh Hadi adalah bohong atau hoaks.

Kehebohan itu pun dikecam banyak pihak. Salah satunya datang dari Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN), salah satu pihak yang meneliti pengobatan corona. Kemenristek menegaskan bahwa Hadi Pranoto bukan bagian dari konsorsium tim peneliti herbal imunomodulator COVID-19.

"Kami tegaskan dan klarifikasi bahwa yang bersangkutan (Hadi Pranoto) bukan merupakan anggota peneliti Konsorsium Riset dan Inovasi untuk COVID-19 Ristek/BRIN," kata Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 Kemristek/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Ali Ghufron Mukti seperti dikutip dari Antara, Rabu (5/8/2020).

Selain itu, Kemenristek juga menjelaskan bahwa sebelum dipasarkan, obat corona harus melewat beragam uji klinis dan penelitian sesuai dengan anjuran BPOM.

Baca Juga: Kabar Bahagia! WHO 'Restui' Vaksin Corona Buatan Cina, Pertanda Berkhirnya Pandemi?

"Setiap klaim yang disebutkan harus melewati kaidah penelitian yang benar dan melakukan uji klinis sesuai protokol yang disetujui oleh BPOM. Kemenristek/BRIN akan terus memantau dan menindaklanjuti berita/isu ini serta akan terus memperbaharui informasi sesuai data terkini terkait dengan riset dan inovasi untuk percepatan penanganan COVID-19," tambahnya.