Moms, melihat anak tumbuh sehat adalah hal yang menyenangkan dan menenangkan, ya. Tapi terkadang, anak justru menunjukkan reaksi alergi pada dirinya yang akhirnya membuat dia merasa nggak nyaman. Artinya, Moms perlu mengetahui gejala alergi yang ada pada anak.

Alergi adalah suatu gejala yang timbul sebagai respons dari sistem imun tubuh terhadap zat yang biasanya nggak berbahaya. Dilansir dari Nature Genetics, Profesor Mimi Tang dari Murdoch Children Research Institute, dalam sebuah studi dari Australia mengungkapkan bahwa varian gen yang ada di dalam tubuh orang tua dapat memengaruhi respons imun seorang anak. Artinya, kalau orang tua mengalami masalah alergi yang sama, maka anaknya pun berisiko tinggi mengalami kondisi serupa.

Moms, alergi ini bisa dicegah, kok. Asalkan Moms bisa melakukan penanganan sejak dini. Makanya, Moms harus banget, nih, mengenal 3 gejala alergi pada si kecil supaya dia dapat penanganan yang tepat. Yuk, simak!

1. Alergi dari saluran penapasan

Moms, alergi pada saluran pernapasan ditandai dengan peningkatan kepekaan saluran napas terhadap rangsangan luar. Biasanya reaksi alergi pernapasan dibagi menjadi dua jenis, yaitu asma bronkial dan alergi rhinitis.

Nah, asma bronkial disebabkan oleh peradangan dalam jalan udara pada sistem pernapasan (bronkus). Bronkus menjadi bengkak, menyempit, dan memproduksi lendir berlebih. Inilah yang membuat anak akan sulit bernapas, Moms. 

Alergi ini ditandai dengan peningkatan kepekaan saluran napas terhadap rangsangan luar, Moms. Seperti debu, udara dingin, atau serbuk bunga.

Sedangkan alergi rhinitis adalah peradangan yang terjadi pada rongga hidung akibat reaksi alergi. Biasanya, alergi ini sering dikaitkan dengan sinusitis, Moms.

Alergi rhinitis dapat dipicu oleh berbagai faktor seperti serbuk sari, debu, atau bulu hewan. Untuk gejala alergi pernapasan pada si kecil umumnya ditandai dengan hidung tersumbat, bersin-bersin, rasa gatal di hitung dan peningkatan produksi lendir.  

2. Alergi dari kulit

Sebenarnya ada beberapa jenis alergi kulit yang sering terjadi pada anak. Contohnya, eksim atopik dan dermatitis kontak alergik.

Eksim atopik atau dermatitis atopik merupakan reaksi peradangan pada kulit yang ditandai dengan munculnya ruam kemerahan yang makin gatal bila digaruk, kulit kering dan penebalan kulit yang kasar akibat kulit sering digaruk. Biasanya, eksim atopik paling sering muncul saat si kecil berusia 1-5 tahun.

Saat si kecil memiliki alergi ini, kulitnya cenderung sensitif terhadap hal yang dapat memicu timbulnya reaksi alergi, misalnya debu, udara kering, bulu hewan, atau makanan tertentu, Moms.

Moms harus memahami bahwa dermatitis kontak alergi merupakan jenis alergi anak yang timbul setelah kulit anak terpapar langsung oleh alergen, misalnya sabun, parfum, atau perhiasan. 

Gejala alergi yang muncul yaitu ruam kemerahan yang disertai bengkak, gatal pada area kulit yang terpapar alergi, atau kulit kering dan bersisik. Nah, makanya alergi yang satu ini harus benar-benar membuat Moms lebih memperhatikan produk apa saja yang digunakan si kecil.

3. Alergi dari makanan

Moms, alergi pada suatu makanan merupakan jenis alergi anak yang paling umum dan sering terjadi. Alergi ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh yang bereaksi terhadap jenis zat tertentu di dalam makanan.  

Gejala alergi ini pun meliputi pusing, mual muntah, sakit perut, diare, hingga muncul bintik-bintik merah di kulit. Ada juga yang mengalami semua gejala tersebut, Moms.  

Kebanyakan kasus alergi makanan biasanya disebabkan oleh bahan-bahan makanan seperti gandum, telur, susu sapi, kacang tanah, kedelai, dan seafood. Kalau Moms punya alergi makanan, bisa jadi Moms bisa menurunkannya pada si kecil.

Baca Juga: Tertawa Dapat Memberikan Manfaat Bagi Tumbuh Kembang Anak, Kok Bisa?

Jadi, itulah gejala alergi yang harus segera Moms perhatikan supaya si kecil juga bisa mendapat penanganan secepat mungkin. Stay Healty, Moms!