Menu

Jangan Sembarangan Moms, Gini Cara Mengompres Anak Demam yang Benar

09 Mei 2022 16:30 WIB
Jangan Sembarangan Moms, Gini Cara Mengompres Anak Demam yang Benar

Ilustrasi anak demam dan termometer (optimisticmommy.com/Edited by HerStory)

HerStory, Bekasi —

Dokter umum, Alni Magdalena menjelaskan salah satu cara mudah untuk meredakan demam pada anak adalah dengan mengompres.

Cara tersebut memang dipercaya dapat membantu menurunkan suhu tubuh anak menjadi kembali normal.

"Kompres masih menjadi solusi cepat atasi demam," jelas Alni dikutip dari media sindikasi GenPI.co.

Sayangnya, masih banyak orangtua yang belum mengetahui cara mengompres anak demam yang benar.

“Seharusnya, kain di celupkan pada air dengan suhu normal, bukan panas atau dingin,” jelas Alni.

Selain menggunakan air dengan suhu normal, Alni juga menjelakan bahwa kain basah untuk mengompres juga gak boleh diletakkan di sembarang tempat.

"Letakan kain basah itu hanya di area tubuh, dahi, leher, ketiak serta selangkangan," tuturnya.

Saat kompres diletakan di area tersebut, tubuh akan secara cepat menerima sinyal untuk diterjemahkan pusat tubuh untuk mengembalikan suhu secara normal yang sebelumnya cukup tinggi.

"Kompres di empat area tersebut ampuh mendorong penurunan suhu tubuh," kata Alni.

Selain itu, mengompres tubuh anak yang demam juga tidak boleh dilakukan terlalu lama, cukup sekitar 10 menit saja.

Jika demam gak kunjung turun selama dua hari, Alni menyarankan untuk segera pergi ke rumah sakit dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

Baca Juga: Stop! Ternyata Inilah Cara Pertolongan Pertama yang Benar Saat Anak Demam, Moms..

Baca Juga: Moms, Anak Demam? Begini Cara Mengompres yang Benar Agar Panas Tubuh Cepat Turun

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Share Artikel:

Lihat Sumber Artikel di GenPI

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Oleh: Cherryn Lagustya