Musik menjadi salah satu cara untuk killing time, baik itu dalam hal menunggu ataupun membuat mood jadi naik. Pencinta musik tentunya tahu bahwa lagu juga memiliki kekuatan untuk membantu kamu meluapkan emosi atau bisa juga menenangkan untuk tidur. Namun, jika kamu bertanya-tanya apa yang terjadi di otak ketika sedang mendengarkan musik, penelitian sains memiliki beberapa jawaban untukmu.

Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam edisi terbaru jurnal Scientific Reports, menyelidiki bagaimana mendengarkan musik memengaruhi otak. 40 peserta diberikan musik untuk didengarkan, baik yang mereka tahu atau musik yang enggak mereka tahu. Sementara mereka menikmati lagu, para peneliti mengukur aktivitas otak para peserta. Menurut siaran pers dari The City College of New York, studi ini menemukan bahwa semakin kamu mendengar lagu atau jenis musik tertentu, semakin sedikit otak terlibat dengan musik.

Baca Juga: Penelitian: Olahraga Dapat Meningkatkan Daya Ingat



Tentu saja, kamu mungkin berpikir mengapa terus mengulang lagu yang sama meskipun telah mendengarkannya berulang kali. Nah, inilah intinya: dalam penelitian ini, hanya berlaku untuk musik yang sudah akrab bagi para peserta. Musik yang enggak diketahui enggak memiliki hubungan dengan otak. Hal itulah yang menjelaskan mengapa kamu dapat mendengarkan lagu berulang-ulang tanpa bosan.

Musik juga memiliki efek yang kuat pada emosi, dalam arti tertentu dapat memanipulasi tubuh. Sebagai contoh, sebuah studi tahun 2009 yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Circulation menemukan bahwa respons otonom, seperti detak jantung, dapat disinkronkan dengan musik yang kamu dengarkan, terutama jika itu crescendos. Dengan kata lain, misalnya ketika mendengarkan lagu rap yang bergerak cepat, secara harfiah dapat membantu memompa darah lebih cepat.