Kelelawar. (Unsplash/Edited by HerStory)
Hal tersebut diketahui berdasarkan studi serologi yang menemukan 20-25 persen jenis kelelawar memiliki antibodi terhadap virus hendra.
Adapun jenis kelelawar tersebut ditemukan di Kalimantan dan Sulawesi.
Dicky mengatakan, deteksi dini dan pencegahan harus dilakukan guna menimimalkan risiko penyebaran virus tersebut.
“Masyarakat yang memiliki peternakan kuda rutin membersihkan kandang dan kotoran," jelasnya.
Hal itu perlu dilakukan karena kuda merupakan hewan yang dilaporkan banyak terpapar virus tersebut.
Seperti yang diketahui, gejala virus hendra muncul pada 5 hingga 21 hari setelah kontak erat dengan hewan yang terinfeksi.
Penderita akan mengalami, demam, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala, dan kelelahan.
Jika gejala tersebut parah, bisa menyebabkan meningitis atau ensefalitis (radang otak), kejang-kejang, hingga koma.
Tetap waspada ya, Beauty!
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.
Share Artikel:
Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.