Salah satu mahasiswi jurusan desain grafis di University of Brington mengalami hal buruk yang mungkin tak akan pernah dilupakannya. Gegara virus corona yang sedang merabak, mahasiwi bernama Hannah Mullins itu terpaksa meninggalkan asmaranya di universitas dalam beberapa waktu. Namun saat dirinya kembali, Hannah malah dibuat shock karena isi kamarnya yang kosong.

Merangkum dari Mirror, Jumat (28/8/2020) Hannah mulai meninggalkan asmaranya sejak bulan Maret silam. Usai lima bulan, dirinya memutuskan kembali ke asrama untuk mengambil barang miliknya di sana. Tapi sungguh mengejutkan, ketika Hannah sampai dan masuk ke kamar asramanya, Hannah malah dibuat kaget dan sedih karena tak ada satupun barang miliknya di kamar.

Cerita Hannah lalu dibagikan oleh kakaknya di Facebook dan menjadi viral. Diketahui, kakaknya Hannah bernama Holly Anne Mullins, dia menceritakan bahwa seluruh barang sang adik termasuk tv, laptop, kamera, pakaian, makeup, skincare, dan dokumen penting malah dibuang oleh pihak universitas ke tempat sampah. 

Padahal sebelumnya pihak universitas telah mengatakan kalau barang-barang tersebut akan tetap aman sampai Hannah dan mahasiswi lainnya kembali serta membawanya.

"Kita diberi tahu bahwa barang-barangnya akan aman di dalam kamar sampai kita datang untuk mengambilnya. Kita telah membuat janji untuk hari ini 20.08.20. Awalnya kunci kamarnya tidak berfungsi. Ketika kita akhirnya sudah bisa mendapatkan akses untuk masuk ke dalam kamar itu sudah benar-benar kosong dari SEMUA barang-barang yang dimilikinya," tutur Holly.

Lebih ngenesnya lagi, Hannah juga menyimpan banyak barang kenangan masas kecil yang mungkin susah untuk dilupakan. Kakaknya Hannah, Holly mengatakan kalau hal tersebut sudah melanggar privasi seseorang. Sebab, sudah pasti pihak universitas memasuki asmaranya dan melihat barang-barangnya.

Hannah pun sedih saat tahu barangnya semua dibuang ketempat sampah.

"Kita pergi ke resepsionis untuk menanyakan jika barang-barang tersebut mungkin telah disimpan di tempat lain dan mereka tak bisa mengatakannya kepada kita. Mereka lalu berkata 'kamu bisa melihat ke tempat sampah jika kamu mau'. Jadi kita melakukannya," jelas Holly.

Tak hanya Hannah, tetapi dua orang penghuni lainnya juga mengalami hal serupa. Hannah sangat kecewa karena enggak mendapatkan pemberitahuan apapun dari pihak asrama universitas tersebut.

Pihak dari asrama Kaplan Living Brighton menjelaskan kalau semenjak corona pihak universita telah menawarkan bantuan untuk mengambil barang-barangnya dan disimpan, tapi sebagian mahasiswa di sana ada yang tak berminat dan meminta agar barangnya dibuang saja. Sayangnya, terjadi kesalahan dalam proses tersebut.

Baca Juga: Penting! Ini Cara Cegah Happy Hypoxia pada Pasien Covid-19

Diakui ada 9 kamar yang mengalami kesalahan, yang seharusnya enggak dikosongkan dan dibersihkan. Sampai saat ini pihak universitas sedang menyelidiki mengapa terjadi kesalahan seperti itu.