Penelitian dari Korea Selatan melaporkan bahwa anak-anak dapat membawa virus corona di hidung dan tenggorokan mereka selama berminggu-minggu bahkan jika mereka tak menunjukkan gejala apa pun. Waduh, gimana bisa?

"Dalam studi seri kasus ini, infeksi yang tidak terlihat pada anak-anak mungkin telah dikaitkan dengan penularan COVID-19 diam-diam di masyarakat," tulis para peneliti dalam sebuah studi baru dikutip dari CNN (31/8/2020).

"Menariknya, penelitian ini sejalan dengan data orang dewasa di mana hingga 40% orang dewasa mungkin tetap asimtomatik (tak bergejala) saat menghadapi infeksi," tulis Dr. Roberta DeBiasi dan Dr. Meghan Delaney, dari Children's National Hospital di Washington, DC.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Pediatrics mencakup data pada 91 anak tanpa gejala dan bergejala. Anak-anak tersebut didiagnosis terinfeksi Covid-19 antara 18 Februari dan 31 Maret di Korea Selatan.

Di antara pasien tersebut, 20 di antaranya atau sekitar 22% tak menunjukkan gejala yang jelasselama penelitian. 18 anak lainnya atau 20% dari mereka tak menunjukkan gejala sama sekali, artinya mereka tak terlihat atau tak merasa sakit meskipun terinfeksi COVID-19.

Secara total, lebih dari separuh anak sekitar 78% memang menunjukkan gejala, termasuk demam, batuk, diare, sakit perut dan kehilangan indera penciuman atau rasa di antara gejala lainnya. Durasi gejala tampak bervariasi, mulai dari satu hingga 36 hari.

"Ini menunjukkan bahwa anak-anak yang terkena dampak ringan dan sedang tetap bergejala untuk jangka waktu yang lama," tulis Dr. DeBiasi dan Dr. Delaney.

Baca Juga: Jangan Dipakai Lagi! Setelah Dicuci 30 Kali, Efektivitas Masker Kain untuk Cegah Virus Corona Menurun hingga 15 Persen

"Ini menyoroti konsep bahwa anak-anak yang terinfeksi mungkin tak menyadari gejala mereka dan tetap melanjutkan aktivitas mereka seperti biasanya. Ini dapat berkontribusi pada sirkulasi virus (penularan virus) dalam komunitas mereka," tulis DeBiasi dan Delaney.