Multitasking artinya keterampilan mengerjakan beberapa aktivitas atau pekerjaan sekaligus pada waktu yang bersamaan. Banyak orang berpikir keterampilan multitasking dapat meningkatkan produktivitas. Alasan kenapa seseorang melakukan multitasking adalah untuk menghemat waktu.

Faktanya, multitasking tidak benar-benar membantu menyelesaikan pekerjaanmu lho. Penelitian membuktikan bahwa multitasking berpengaruh negatif pada hasil kerja, hubungan pribadi, dan kesehatan. Dikutip dari Times of India, Selasa (8/9/2020) berikut adalah sederet dampak negatif multitasking dan cara menghentikan kebiasaan tersebut.

Multitasking tidak menghemat waktu

Saat kamu melakukan multitasking, otak bekerja pada mode “pengalihan tugas”. Kamu fokus pada satu tugas dan terganggu dengan tugas lain. Gangguan ini berupa sinyal yang menandakan bahwa kamu harus beralih dari tugas pertama ke tugas kedua. Pada saat peralihan, kerja otakmu akan mengalami penundaan beberapa milidetik. Peralihan tugas ini menguras banyak energi, jumlahnya jauh lebih besar dari jumlah energi yang dipakai untuk fokus pada satu tugas. Tidak hanya itu, kadang diperlukan lebih banyak waktu untuk menyelesaikan satu tugas.

Multitasking membuat banyak kekacauan dan kesalahan

Ketika perhatianmu terbagi dalam beberapa hal, kamu akan melewatkan setiap detail penting dari pekerjaanmu. Semuanya jadi berantakan dan kamu akan lebih sering membuat kesalahan. Bahkan, jika kamu cukup beruntung untuk meghindarinya, daftar kesalahan kecil yang kamu lakukan lama-lama bisa membebani pikiran dan memicu stres.

Baca Juga: Ternyata.. Ini Lho 4 Dampak Negatif Bagi Orang yang Jarang Mandi, Hati-hati Ya!

Multitasking tidak baik untuk kesehatan otakmu, kamu benar-benar harus menghentikan kebisaan buruk ini. Lakukan dua cara berikut ini