Setiap orang tua tentunya memiliki pola asuh yang berbeda-beda dalam mengasuh anaknya, ya, Moms. Biasanya jenis pola asuh yang terlalu santai seringkali membuat orang tua merasa anak akan lebih mudah untuk melawan orang tua dan enggak patuh. Namun, anak juga bisa melawan orang tua meskipun dengan pola asuh yang keras.

Pola asuh yang keras ini seperti memberikan peraturan yang sangat ketat sehingga jika anak tidak mematuhi orang tua akan diberikan hukuman. Biasanya orang tua yang menggunakan pola asuh seperti ini sangat mendominasi kehidupan anaknya agar anaknya bisa lebih patuh. Akan tetapi, masih banyak anak yang tidak patuh dan melawan orang tuanya meskipun dengan pola asuh yang keras ini. Kok bisa? Ini alasannya!

1. Anak enggak suka diatur dan diperintah

Dalam pola asuh yang keras ini bisa membuat anak tidak menyukainya dan melawan orang tua. Anak tidak suka diatur dan diperintah dengan keras. Umumnya, anak akan merasa sakit hati dan kecewa terhadap kedua orang tuanya. Inilah yang membuat mereka melampiaskannya dengan melakukan tindakan yang berkebalikan dengan keinginan orang tuanya.

2. Anak akan merasa tertekan

Pola asuh yang keras dan ketat ini tentunya akan membuat anak merasa enggak nyaman dan membuatnya merasa tertekan. Ternyata ini sangat bahaya untuk kesehatan si anak, lho! Apalagi jika anak tidak memiliki saudara atau teman untuk berbagi cerita. Akibatnya anak akan tumbuh dengan pribadi yang keras saat ia menginjak dewasa.

3.Anak akan memberontak jika keinginannya enggak dikabulkan

Alasan anak berani melawan orang tuanya adalah karena keinginannya enggak didengar oleh orang tua. Biasanya pola asuh yang keras dengan peraturan yang ketat ini membuat orang tua kurang mendengar pendapat anak.

Baca Juga: 5 Asupan Makanan yang Dapat Membantu Si Kecil Cepat Tumbuh Tinggi, Catat Baik-Baik Ya Moms!