Ilustrasi Anak Makan MPASI (Shutterstock/Edited By HerStory)
Butuh pemeriksaan hingga disiplin dalam jam makan saat anak mengalami GTM
Untuk mengetahui faktor penyebab yang membuat si kecil susah makan, sebaiknya memang Moms melakukan pemeriksaan ke dokter anak. Sebab, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya jika setiap anak kemungkinan memiliki faktor penyebab sulit makan yang berbeda-beda.
“Kalau Bunda sudah mencoba konsultasi pada dokter anak dan masih belum menemukan penyebabnya, maka bisa mencari dokter spesialis anak konsultan nutrisi yang akan membantu mencari tahu sampai akarnya,” ucap Meta.
“Pemeriksaan pun bukan hanya pemeriksaan fisik saja. Terkadang butuh pemeriksaan laboratorium, butuh pemeriksaan rontgen, jadi tidak sesederhana itu,” lanjutnya.
Sementara itu, anak menolak atau sulit makan juga bisa jadi karena Parents tidak menerapkan jam makan yang teratur. Atau bahkan ketika waktunya makan, si kecil juga diberi aktivitas lain, contohnya sambil menonton video di gawai, naik odong-odong, atau jalan-jalan keliling komplek rumah.
Apabila Parents masih melakukan hal itu, si kecil makan sambil menonton video YouTube dan lainnya, lebih baik mulai sekarang harus diubah. Begitu juga dengan jam makan yang lebih disiplin.
“Bisa juga sesederhana aturan makan yang belum diterapkan secara disiplin. Lalu, biasakan anak untuk fokus makan di kursinya, tidak melakukan aktivitas lain, serta durasi makan harus dibatasi selama 30 menit. Habis atau tidak makanannya, jika sudah 30 menit berarti harus berhenti makan,” tegas Meta.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.
Share Artikel:
Lihat Sumber Artikel di The Asian Parent
Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan The Asian Parent. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.