Pompa ASI Spectra Q Plus. (Aksesta.id/Edited by HerStory)
Memompa ASI adalah salah satu cara untuk mengatasi masalah suplai ASI. Beberapa orang memilih untuk memompa setelah selesai menyusui si kecil. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan suplai ASI karena dapat merangsang payudara untuk meproduksi ASI. Memompa juga dapat membantu membangun simpanan susu freezer jika seseorang khawatir dengan persediaan yang rendah.
Peradangan pada payudara atau biasa disebut mastitis sangat rentan dialami oleh ibu menyusui. Hal ini terjadi ketika pasokan ASI melimpah sehingga menghambat proses pemberian ASI kepada si kecil. Kondisi mastitis juga bisa membuat sang ibu demam tinggi serta payudara memerah hingga bengkak.
Oleh sebab itu, penting untuk memompa ASI setiap beberapa jam sekali agar payudara kosong dan tak menyebabkan penumpukan pasokan ASI hingga bengkak.
Orang tua biologis bukanlah satu-satunya orang yang dapat memasok ASI. Beberapa bayi menerima ASI dari donor. Banyak ibu yang tak bisa memberikan ASI kepada anaknya. Oleh sebab itu, banyak bayi yang membutuhkan donor ASI.
American Academy of Pediatrics menekankan bahwa semua bayi harus mendapatkan ASI dan merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan. Tetapi ketika seorang wanita tidak dapat menghasilkan susu, susu yang dipompa dari donor adalah pilihan yang lebih baik daripada susu formula.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.