Ilustrasi organ kelamin pria (Himedik/Edited by HerStory)
Penting untuk menjaga kebersihan dan kesehatan organ itim, baik pria maupun wanita. Bagi pria, kondisi mr p yang sehat bisa terlihat secara kasat mata.
Selain rutin mandi, menjaga kebersihan dan kesehatan 'senjata' pria juga sangat tergantung dengan gaya hidup yang dilakukan.
Dikutip dari Medical News Daily, organ intim sehat harus bebas dari lesi, kutil, dan keputihan yang gak normal. Secara umum, warna penis sama dengan warna kulit di sekitarnya atau mungkin agak lebih gelap atau lebih terang.
Nah, berikut sejumlah faktor gaya hidup umum yang dapat mempengaruhi kesehatan mr p.
Infeksi menular seksual (IMS) dapat berdampak negatif pada kesehatan penis. IMS pada laki-laki bisa disebabkan karena virus papiloma manusia (HPV) dan klamidia, gonorea, dan herpes.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) merekomendasikan agar orang melakukan hubungan seks aman untuk mengurangi risiko tertular IMS. Seperti, membatasi jumlah pasangan seksual, mempertahankan hubungan seksual monogami, dan gak melakukan aktivitas seksual.
Seringkali, orang yang tertular IMS gak mengalami gejala apa pun. Itu sebabnya penting bagi orang yang aktif secara seksual untuk lakukan pemeriksaan kesehatan seksual secara teratur.
Obesitas dapat berdampak negatif pada banyak aspek kesehatan seseorang, termasuk fungsi penis. Orang yang obesitas lebih mungkin mengalami disfungsi ereksi, atau impotensi. Kondisi itu terjadi ketika seseorang tidak dapat mengembangkan atau mempertahankan ereksi selama aktivitas seksual.
Menurut Koalisi Aksi Obesitas, kelebihan berat badan itu dapat menyebabkan disfungsi ereksi karena menurunkan kadar testosteron, menyebabkan peradangan di seluruh tubuh, merusak pembuluh darah termasuk yang memasok darah ke mr p.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.