Ilustrasi pengidap monkeypoz atau cacar monyet (Freepik/Edited by HerStory)
Cacar monyet kini menjadi salah satu penyakit yang ramai diperbincangkan usai Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah cacar monyet sebagai darurat kesehatan global.
Namun, masih banyak yang ternyata menerima mitos mengenai cacar monyet. Kira-kira apa saja mitos yang harus diwaspadai? Yuk, simak artikel berikut ini!
Cacar monyet memang dinyatakan endemik di beberapa negara Afrika Barat, di mana virus ini biasa ditemukan. Tapi, penyebaran virus cacar monyet sejauh ini bukan dari negara-negara tersebut. Kasus cacar monyet yang dilaporkan pada tahun 2022 ini tidak berkaitan dengan riwayat perjalanan ke negara-negara tersebut.
Meskipun ada laporan penularan cacar monyet dari pria ke pria atau pria homoseksual, semua orang tetap bisa tertular penyakit tersebut.
Bahkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) telah menyatakan cacar monyet bukanlah penyakit menular seksual. Monkeypox dapat menyebar ketika orang yang sehat melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi, melakukan hubungan seks atau kontak fisik dekat.
Sebagian besar kasus cacar monyet jarang sekali menyebabkan kematian. CDC AS telah menyatakan bahwa lebih dari 99 persen orang yang terinfeksi cacar monyet kemungkinan akan bertahan hidup. Tapi, gejala yang dialami mungkin akan terasa menyakitkan.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.
Share Artikel: