Brokoli. (Pixabay/ExplorerBob)
8. Mendukung fungsi otak yang sehat
Beberapa nutrisi dan senyawa bioaktif dalam brokoli dapat memperlambat penurunan mental, mendukung fungsi otak, dan jaringan saraf yang sehat.
Salah satunya, sulforaphane atau senyawa bioaktif potensial yang ada dalam brokoli dengan potensi untuk mendukung fungsi otak apabila terjadi kekurangan oksigen di otak.
9. Manfaat brokoli untuk bayi: mendukung kesehatan gigi dan mulut
Brokoli adalah sumber vitamin C dan kalsium yang baik, dua nutrisi yang terkait dengan penurunan risiko penyakit periodontal.
Kaempferol, flavonoid yang ditemukan dalam brokoli, juga dapat berperan dalam mencegah periodontitis. Untuk itu, brokoli dipercaya dapat mendukung kesehatan gigi dan mulut.
Cara memilih dan menyimpan brokoli untuk bayi
Saat membeli brokoli dari pasar, pilihlah brokoli yang berwarna hijau tua. Pastikan warnanya seragam dan bersih. Jangan memilih brokoli yang daunnya telah berwarna berwarna kuning atau abu-abu.
Setelah Moms sampai di rumah, segera simpan brokoli di dalam lemari es. Hindari menyimpannya selama lebih dari 4 hari.
Ingatlah hal-hal berikut sebelum memberikan brokoli kepada bayi:
Semoga informasi ini bermanfaat.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.
Share Artikel:
Lihat Sumber Artikel di The Asian Parent
Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan The Asian Parent. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.