Ilustrasi serangan jantung. (Pinterest/Edited by HerStory)
Sesuai sebuah penelitian di jurnal Circulation, wanita yang hamil lebih dari satu kali berisiko lebih tinggi terkena penyakit jantung yang disebut fibrilasi atrium, juga dikenal sebagai a-fib.
Kondisi ini mengacu pada irama jantung yang tidak teratur dan seringkali sangat cepat (aritmia) yang dapat menyebabkan pembekuan darah di jantung, meningkatkan risiko stroke, gagal jantung, dan komplikasi terkait jantung lainnya.
Banyak yang percaya bahwa vaping atau merokok rokok elektronik tak berbahaya dibanding merokok rokok asli. Jika kamu mengikuti teori ini, kamu harus mempertimbangkannya.
Karena menurut editorial di JAMA, rokok elektrik memang mengandung bahan kimia seperti formaldehida dan aseton, yang dikatakan mempengaruhi pengaturan tekanan darah sehingga dapat menyebabkan pembekuan darah dan mempercepat penumpukan plak di arteri.
Menurut sebuah penelitian di Australia tahun 2016 yang diterbitkan dalam International Journal for Equity in Health, semakin tinggi berpendidikanmu, maka semakin kecil kemungkinan kamu untuk mengembangkan risiko penyakit jantung.
Menurut para peneliti, mendapatkan pendidikan yang baik, menghabiskan lebih banyak waktu dengan buku mempengaruhi orang tersebut untuk memilih lingkungan yang lebih sehat untuk ditinggali, pekerjaan yang lebih baik dan yang paling penting, mendorong seseorang untuk memilih gaya hidup yang lebih sehat.
Platform OTT telah mengambil alih dunia, dengan jutaan orang berlangganan layanan streaming yang berbeda. Jelas ini telah menjadi hal besar baru di dunia hiburan dan orang-orang pun bisa mengaksesnya dengan mudah.
Kamu mungkin berpikir tidak ada masalah saat melakukan aktivitas fisik yang berkepanjangan seperti menonton streaming film berturut-turut, tapi nyatanya ituda dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, tutur American Heart Association (AHA).
Menurut penelitian pendahuluan yang dipresentasikan pada konferensi tahunan European Society of Cardiology 2018, garis dahi yang lebih dalam, tidak cocok untuk usiamu, dapat mengindikasikan risiko penyakit jantung yang lebih tinggi.
"Kami mengeksplorasi kerutan dahi sebagai penanda karena sangat sederhana dan visual. Hanya dengan melihat wajah seseorang bisa membunyikan alarm, lalu kami bisa memberikan saran untuk menurunkan risiko," tutur Penulis studi Yolande Esquirol.
Tetap jaga kesehatanmu selalu, ya Beauty!
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.
Share Artikel: