Ilustrasi wanita yang mengalami sakit jantung. (pinterest/freepik)
Dr Sanne pun mengatakan bahwa tingginya risiko pria mengalami penyakit serangan jantung yang berulang terjadi sebelum penelitian ini dilakukan. Namun, di sisi lain, perhatian mengenai kasus ini terhadap wanita sejak lama memberikan sebuah dampak positif yaitu sebuah penurunan kasus serangan jantung berulang dan kematian.
Meskipun seperti itu, Dr Sanne beranggapan bahwa risiko serangan jantung berulang pada pasien yang selamat tetap saja memiliki risiko yang tinggi tanpa memandang jenis kelamin penderitannya.
Hal ini yang harus diperhatikan oleh orang yang berisiko memiliki seranga jantung maupun pasien yang sudah sembuh untuk terus memerhatikan kesehatan fisik dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan menjaga aktifitas fisik.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.