Ilustrasi ibu menyusui (Tiktak.id/Edited by HerStory)
Air susu ibu atau ASI merupakan salah satu sumber nutrisi pertama bagi bayi yang masih berusia di bawah enam bulan. Namun, pada beberapa kondisi tertentu, bayi ternyata bisa mengalami alergi ketika mendapatkan ASI eksklusif.
Menurut konsultan alergi imunologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof. Dr. dr Zakiudin Munasir, Sp. A (K) mengatakan bahwa alergi tersebut enggak disebabkan oeh ASI yang diberikan oleh ibu namun karena kandungan atau komposisi yang ada pada ASI.
“Mungkin (anak alergi ASI) tapi bukan ASI yang salah. Mungkin ada beberapa makanan sensitif yang dimakan ibu akan keluar ke ASI lalu ke bayinya,” jelas dokter Zaki, Rabu (07/10).
Dokter Zaki memberikan saran kepada ibu untuk mencoba mencari tahu makanan yang bisa menyebabkan alergi pada buah hati karena bisa jadi alergi ini hanya terjadi kepada anak namun sang ibu baik-baik saja.
“Cari pencetus makanannya. Misalnya ibu habis makan telur, anaknya jadi alergi, itu saja yang distop. Jangan semua makanan ikan, daging, susu ikut distop,” lanjutnya.
Selanjutnya, dokter Zaki mengatakan bahwa alergi merupakan penyakit keturunan yang biasanya diwariskan langsung dari keluarga inti seperti ayah, ibu, serta saudara kandung. Namun, jika antarkeluarga belum tentu memiliki alergi yang sama.
Jika hanya ayah atau ibu yang memiliki alergi, maka alergi yang diturunkan kepada buah hati bisa hanya sebesar 20 hingga 40 persen. Tetapi, jika kedua orang tua memiliki aergi walaupun berbeda jenis maka tingkat alergi pada anak bisa naik menjadi 40 hingga 60 persen.
Dokter Zaki mengatakan bahwa kemungkinan itu akan semakin menjadi lebih besar apabila aya dan ibu memiliki jenis alergi yang sama.
“Kalau alergi sama ayah ibu bisa sampai 80 persen,” ucapnya.
Tetapi, alergi pada anak masih bisa terjadi meskipun di dalam keluarga intinya enggak ada yang memiliki alergi pada hal-hal tertentu.
“Biasanya kalau enggak ada hubungan bawaan, kemungkinan 5 hingga 15 persen masih bisa alergi. Itu bisa terjadi karena mungkin ayah dan ibunya hanya membawa sifat (alergi). Tetapi enggak pernah ketemu pencetusnya. Anaknya punya sifat alergi dan ketemu pencetusnya. Antara orang tua dan anak sumber pencetis alergi bisa berbeda,” tutup dokter Zaki.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.