Menu

Penting untuk Cegah Kehamilan Tak Diinginkan Bagi Korban Perkosaan, Yuk Kenali Manfaat Kontrasepsi Darurat

26 Agustus 2022 06:30 WIB
Penting untuk Cegah Kehamilan Tak Diinginkan Bagi Korban Perkosaan, Yuk Kenali Manfaat Kontrasepsi Darurat

Alat Kontrasepsi. (Unsplash/Reproductive Health Supplies Coalition)

Lebih lanjut, Marcia juga menjelaskan soal keefektivitasan alat kontrasepsi darurat dalam kurun waktu 72 jam atau periode emas. 

“Alat kontrasepsi darurat ini hanya efektif dalam kurun waktu 72 jam setelah melakukan hubungan seksual. Kalau sudah hamil, minum kontrasepsi darurat tidak ada gunanya. Hamil akan lanjut. Pada kehamilan ini lah perlu ada layanan untuk menghentikan kehamilan. Itu penting,” ungkap Marcia.

Pada korban kekerasan seksual, alat kontrasepsi darurat ini sangat membantu menurunkan angka kehamilan tidak diinginkan. Sebab, perempuan korban perkosaan kemungkinan akan mengalami stress karena kehamilannya.

“Kita tahu alat kontrasepsi darurat ini baik untuk kesehatan perempuan itu sendiri. Bagaimana stres meningkat karena kehamilan itu tidak direncanakan dan bagaimana juga ada banyak studi kaitan kehamilan dengan stunting pada anak. Makanya, kita menginginkan kehamilan yang direncanakan dan setiap anak yang dilahirkan adalah anak yang diinginkan. Karena dengan begitu kita bisa menjamin tumbuh kembang anak. Generasi yang berkualitas itu menjadi penting,” papar Marcia.

Jika melihat data demografi kesehatan di Indonesia, pada tahun 2018 ada 15 persen kelahiran anak terjadi diawali dengan kehamilan tidak direncanakan. Hal terkait data ini juga dipaparkan langsung oleh Marcia.

“Tahun 2018 itu, 15 persen kelahiran anak yang terjadi itu diawali dengan kehamilan yang tidak direncanakan. Tetapi, kemudian 8 persen dari 15 persen ini, yang 8 persen kehamilannya jadi diinginkan selanjutnya. Tapi, 7 persen tetap ini anak dari kehamilan yang tidak dinginkan. Ini yang ingin kita kurangi dengan akses,” jelasnya.

Jika layanan kontarsepsi darurat di Indonesia bisa diakses dengan mudah, maka kehamilan tidak diinginkan dan tidak direncanakan akan sangat rendah. Namun, masih banyak kendala-kendala yang harus diselesaikan bersama pihak-pihak terkait. 

“Masalahnya adalah geografis sangat luas, kemampuan pemerintah daerah berbeda-beda, dan akses ke infrastruktur kesehatan yang berbeda dari pulau jawa dan berbagai pulau lain serta perbatasan,” pungkas Marcia.

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Halaman: