Illustrasi kondom yang dilepas dari vagina (Freepik/Edited by HerStory)
Baru-baru ini heboh penyakit HIV yang merebak dikalangan remaja. HIV sendiri bisa terjadi karena seseorang yang suka berganti-ganti pasangan, adanya virus yang merusak sistem kekebalan tubuh dengan menginfeksi dan menghancurkan sel CD4.
Dalam hubungan seks, penggunaan kondom dianggap bisa mencegah adanya penularan penyakit seksual seperti HIV/AIDS. Tak hanya itu, kondom juga dikatakan bisa mencegah kanker serviks. Benarkah?
Kanker serviks merupakan penyakit kanker yang menyumbang angka kematian tertinggi di kalangan wanita. Sayangnya, semua wanita berisiko mengalami kanker serviks, dan risiko lebih tinggi dimiliki wanita yang aktif secara seksual.
Kanker serviks merupakan pertumbuhan dan perubahan sel yang abnormal (sel kanker) pada leher rahim. Penyebabnya adalah human papilloma virus (HPV), khususnya HPV 16 dan HPV 18 yang paling banyak ditularkan melalui hubungan seksual dan pertukaran cairan tubuh.
Artinya hubungan seksual yang tak sehatlah yang berperan sangat besar dalam menularkan kanker ini.
Perlu diketahui penggunaan kondom tak bisa seratus persen mencegah siapa pun untuk terkena PMS ataupun kanker serviks. Walaupun penggunaannya sangat disarankan dan dapat menurunkan angka penularan, pola seks yang sehat dan tak bergonta-ganti pasangan menjadi tetap menjadi kunci pencegahan penyakit ini.
Faktor risiko kanker serviks
Karena begitu parahnya penyakit ini, ada baiknya kamu mengenali faktor risikonya terlebih dahulu untuk mencegah penyakit kanker serviks:
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.