Potret Ibu hamil. (Unsplash/Alicia Petresc)
Disaat sedang mengandung, ibu hamil perlu waspada untuk menjaga kesehatan diri dan kesehatan janin. Mendengar tentang kehamilan, air ketuban memang sudah enggak asing lagi. Cairan yang berfungsi sebagai pelindung di rahim ini akan memberikan ruang gerak bagi bayi dan mengendalikan suhu.
Umumnya, semakin bertambah umur kandungan, cairan ketuban akan semakin berkurang sedikit. Namun, perlu diketahui bahwa air ketuban bisa menjadi kering yang menyebabkan janin dalam bahaya. Hm, gimana tandanya ya?
Melansir dari beberapa sumber, air ketuban yang kering akan ditandakan dengan rasa seperti menstruasi. Namun, cairan yang keluar bukanlah darah melainkan cairan bening, encer, dan memiliki bau amis. Cairan yang keluar juga berbeda-beda, bisa banyak dan bisa sedikit. Air ketuban yang keluar sedikit dan termasuk jarang masih dianggap normal.
Namun, jika cairan ketuban keluar dalam jumlah yang sangat banyak, disarankan untuk langsung ke rumah sakit, ya, Mom! Cek secepat mungkin untuk melihat bagaimana kondisi air ketuban yang masih tersisa di dalam rahim.
Apalagi jika air ketuban merembes pada trimester pertama. Hal ini dapat mengakibatkan keguguran dan risiko bayi cacat dan prematur. jika air ketuban berkurang banyak di trimester ketiga, biasanya dokter akan menganjurkan untuk melakukan persalinan caesar.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.