Beberapa orang tua menganggap anak yang perfeksionis sebagai kelebihan. Namun, ternyata kepribadian perfeksionis yang dimiliki oleh anak ini dinilai enggak sehat. 

Perfeksionis membuat anak menjadi menginginkan segala sesuatu sempurna bahkan tak ingin terkalahkan oleh teman-temannya yang lain hingga menimbulkan persaingan yang tak sehat.

Mengutip dari Healthy Children (10/11/2020), American Academy of Pediatrics (AAP) mengatakan terdapat beberapa alasan yang membuat anak dapat memiliki kepribadian yang perfeksionis. Untuk mengetahuinya lebih lanjut, simak artikelnya ya, Moms!

1. Menerapkan profesionalisme pada anak

menerapkan sistem profesionalisme pada anak ini memang ditujukan orang tua sebagai cara agar anak dapat lebih baik kedepannya. Namun, cara ini justru membuat mereka tertekan. Jika Moms ingin memberikan persiapan agar anak sukses bekerja disarankan jangan dilakukan secara dini. Cara ini hanya akan membuat mereka memiliki kepribadian perfeksionis.

2. Pola asuh permisif

Pola asuh permisif atau dikenal dengan sebutan pola asuh toleran (penuh kesabaran) biasanya memiliki beberapa aturan yang enggak konsisten. Dengan kata lain, orang tua hanya menerapkan sedikit batasan sehingga terlihat seperti teman bagi anaknya. Akibatnya, anak akan meraih kesuksesan sesuai dengan apa yang diinginkan orang tuanya. Agar keingingan orang tuanya terwujud, anak akan berusaha mencapai sesempurna mungkin apa yang diinginkan oleh orang tuanya. Inilah yang membuat munculnya kepribadian perfeksionis pada anak.

Baca Juga: Si Kecil Konsumsi Vitamin Gummy, Aman Enggak, Ya?