Menu

Waspada Serangan Jantung: Ini Gejala yang Muncul 10 Tahun Sebelum Serangan, Jangan Disepelekan!

10 November 2022 06:05 WIB
Waspada Serangan Jantung: Ini Gejala yang Muncul 10 Tahun Sebelum Serangan, Jangan Disepelekan!

Ilustrasi seorang wanita terkena serangan jantung. (Pinterest/Freepik)

HerStory, Bogor —

Beauty, serangan jantung adalah salah satu penyebab utama kematian mendadak. Ketika kamu melakukan aktivitas sehari-hari, bisa saja kamu tiba-tiba akan berbaring di lantai, berjuang melawan rasa sakit yang parah di dada, dan tak bisa bergerak.

Sering dikenal sebagai 'silent killer', serangan jantung sering terjadi tanpa peringatan. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kondisi yang disebut angina pektoris dapat muncul satu dekade sebelum serangan jantung. Tapi apa itu angina pektoris?

Angina pektoris adalah gejala penyakit arteri koroner, yang sering ditandai dengan tekanan, tekanan, berat, sesak atau nyeri di dada, menurut Mayo Clinic.

Menurut American Heart Association (AHA), ada 4 jenis angina pektoris yaitu angina stabil, angina tidak stabil, angina mikrovaskular dan angina vasospastik atau varian.

Apa yang diungkapkan oleh penelitian?

Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam Journal of AHA menemukan bahwa angina pektoris dapat terjadi 10 tahun sebelum terjadinya serangan jantung. 

Penelitian ini dibantu oleh NIHR Applied Research Collaboration West Midlands menganalisis data dokter umum, rumah sakit, dan kematian antara 2002-2018, yang melibatkan lebih dari setengah juta orang dewasa tanpa riwayat nyeri dada atau penyakit kardiovaskular sebelumnya.

Temuan mengungkapkan bahwa pasien dengan nyeri dada yang tak berhubungan memiliki risiko serangan jantung 15% lebih tinggi pada tahun pertama, dengan peningkatan risiko yang berkelanjutan selama 10 tahun setelah kunjungan pertama ke rumah sakit.

Ditemukan juga bahwa obat penurun lipid hanya diberikan kepada 30% pasien dengan faktor risiko tertinggi untuk penyakit kardiovaskular.

Menurut para peneliti, mereka yang mengalami nyeri dada yang tidak dapat dijelaskan dan profil risiko tinggi harus diberi perhatian lebih untuk mengurangi risiko serangan jantung di masa depan.

Baca Juga: Penelitian: Terbaru! Angina Pektoris Jadi Gejala Virus Corona, Seperti Apa Ya?

Baca Juga: Mengancam Nyawa! Ini Bahaya Serangan Jantung yang Menyerang Usia Muda

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Halaman: