Masa pandemi sudah hampir 8 bulan dan mempengaruhi segala aktivitas. Tentunya kondisi ini menimbulkan tekanan pada pola pikir tiap orang. Pada dasarnya tekanan memang tak hanya dari faktor eksternal saja, tetapi juga faktor internal seperti genetika.

Inilah yang membuat setiap orang dapat berbeda-beda dalam menghadapi sebuah tekanan. Ada yang bisa lebih mudah mengalami stres dan ada pula yang enggak gampang mengalami stres. Salah satu penyebab munculnya gejala stres ini karena faktor perubahan yang dialami seseorang.

“Faktor lain (penyebab stres) bisa terjadi karena adanya perubahan signifikan yang merupakan perubahan besar dan biasanya kita sudah tahu sebelumnya seperti pindah rumah, menikah atau bercerai,” ucap psikolog klinis, Rena Masri, S.Psi, M.Psi.

Sama halnya dengan situasi pandemi Covid-19 sekarang di mana semua orang mengalami perubahan dan memberikan tekanan atau stres. Berdasarkan pernyataan dari psikolog Rena Masri, berikut beberapa faktor penyebab munculnya stres atau tekanan di masa pandemi.

1. Pekerjaan

Salah satu yang berubah semenjak Covid-19 muncul adalah pekerjaan. Beberapa perusahaan menerapkan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH). Jika ada pekerjaan yang mengharuskan ke kantor juga dapat memunculkan pemikiran takut untuk berkomunikasi atau berinteraksi dengan orang lain atau rekan kerja.

2. Sekolah

Seperti yang diketahui Covid-19 membuat segala aktivitas dilakukan di dalam rumah untuk mengurangi interaksi secara langsung. Jika biasanya murid sekolah melakukan kegiatan belajar secara langsung dan dilarang menggunakan gadget pandemi membuat mereka harus menggunakan gadget seharian. Faktor ini juga dapat membuat anak menjadi lebih sulit menangkap atau fokus terhadap pembelajaran.

3. Keluarga

Keluarga maupun pernikahan juga ikut mengalami perubahan bagi sebagian orang. Misalnya, saat anak memiliki konflik dengan keluarga dan memutuskan ngekost atau tinggal sendiri saat kuliah, tetapi saat pandemi mengharuskan mereka kembali ke rumah. Ini bisa memicu munculnya kembali konflik dan mengakibatkan stres. Sama halnya dengan pernikahan, biasanya bekerja seharian dan hanya bertemu pasangan  di malam hari, pandemi membuat pasangan lebih sering bertemu.

Baca Juga: Biaya Persalinan Makin Mahal Selama Pandemi, Coba Cara Ini Yuk untuk Menghemat!