Agnez Mo (Instagram/agnezmo)
Karier dalam dunia musik anak terus berlanjut, ia kembali merilis album ketiganya 'Bala-Bala' di tahun 1998. Ketiga album ini membawa namanya semakin besar dan dikenal orang.
Selain menjadi penyanyi muda, agnes yang pintar dipercaya untuk membawakan acara anak-anak, seperti, Video Anak Anteve (VAN) di Antv, Tralala-Trilili di RCTI, dan Diva Romeo di Trans TV.
Dari kariernya menjadi presenter cilik pun berhasil meraih penghargaan Panasonic Awards untuk "Pembawa Acara Anak-Anak Terfavorit" selama dua tahun berturut, 1999 dan 2000.
Memasuki usia remaja, Agnez mulai membuat albumnya dengan nuansa yang berbeda. Beberapa musisi Tanah Air dilibatkannya dalam pembuatan album 'And The Story Goes' (2003) antara lain, Ahmad Dani dan Melly Goeslaw. Saat itu, Agnez berada di bawah label Aquarius Musikindo. Album ini sukses sampai meraih double platinum dengan penjualan lebih dari 300.000 keping.
Penghargaan lainnya dari album tersebut diraih dari ajang Anugrah Musik Indonesia tahun 2004, Agnes memenangkan tiga penghargaaan dari total sepuluh nominasi, yaitu sebagai "Artis Pop Solo Wanita Terbaik" untuk lagu "Jera", "Karya Produksi Dance/Tehno Terbaik" untuk lagu "Bilang Saja", serta "Duo/Group Terbaik" untuk kolaborasinya dengan Ahmad Dhani di lagu "Cinta Mati".
Ini juga menjadi awal mulanya berkarya sampai ke luar negeri. Selain penghargaan di Indonesia, Agnez juga berhasil meraih penghargaan sebagai "Pendatang Baru Terbaik" pada Anugerah Planet Muzik 2004 yang digelar di Singapura.
Tahun 2004 juga menjadi awal karier aktingnya sampai ke luar negeri. Dalam sinetron yang ia mainkan bersama Roger Danuarta, terdapat sebuah episode khusus Cewekku Jutek syuting di berbagai tempat wisata populer di seluruh Melbourne, Australia.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.