Ilustrasi ibu hamil yang sedang stres. (Pinterest/bbc.com)
Selama masih di dalam kandungan, bayi pasti dikelilingi cairan ketuban. Cairan yang keluar sesaat sebelum melahirkan ini punya banyak fungsi seperti memberi ruang gerak, melindungi janin, mencegah terjadinya infeksi, dan masih banyak manfaat lainnya. Karena punya fungsi yang banyak dan penting untuk bayi, air ketuban harus dalam jumlah yang pas, engga kurang atau lebih. Tapi, kalau Moms mempunyai air ketuban kurang dari 500 mililiter di usia kandungan 8-9 bulan, Moms mengalami kurang air ketuban. Dalam dunia kedokteran, sedikitnya air ketuban dinamakan oligohidramnion.
Kekurangan air ketuban ini bisa disebabkan berbagai faktor. Biasanya, air ketuban yang rendah terjadi karena kebocoran cairan atau adanya tusukan pada kantung ketuban. Selain itu, sedikitnya cairan ketuban ternyata salah satu bentuk komplikasi kehamilan seperti ada masalah ginjal, tekanan darah tinggi, diabetes, atau pertumbuhan janin yang buruk. Moms yang mengalami kondisi ini juga mengalami berbagai gejala mulai berat badan engga bertambah banyak, cairan bocor dari vagina, hingga detak jantung janin tiba-tiba menurun.
Efeknya, Moms disarankan untuk melahirkan secara caesar. Ketuban yang sedikit juga berpengaruh ke fisik si kecil seperti hidung tampak lebar, posisi telinga lebih rendah, dan jarak mata yang terlihat jauh. Kondisi ini juga bisa berpengaruh ke paru-paru bayi lho Moms. Janin akan kesulitan bernapas setelah dilahirkan. Dalam kondisi tertentu, kurangnya ketuban juga bisa menimbulkan keguguran jika terjadi pada trimester pertama atau kedua.
Moms udah tahu nih berbagai seluk beluk tentang oligohiramnion atau sedikitnya air ketuban. Pertanyaan selanjutnya gimana caranya biar kita engga mengalami kondisi itu? Sebenarnya, engga ada cara khusus untuk mencegahnya. Moms bisa mengatur obat-obatan kalau Moms punya penyakit bawaan seperti diabetes dan darah tinggi. Selain itu, pemantauan cairan ketuban secara rutin juga bisa mencegah kondisi ini terjadi. Moms bisa konsultasikan juga ke dokter spesialis kandungan. Selain itu, Moms bisa memperbanyak air mineral biar ngga kekurangan cairan dalam tubuh.