Bayi berjemur (Sunlight Institute)
Sebelum virus Corona muncul, rutinitas berjemur emang disaranin buat si kecil. Selain menambah asupan vitamin D, berjemur juga bisa meningkatkan kekebalan tubuh lho Moms. Tapi, masih banyak Moms yang masih salah kaprah tentang cara berjemur bagi bayi. Moms enggak boleh menjemur si kecil dalam keadaan telanjang ya. Si kecil harus tetap menggunakan pakaian.
Selain itu, Moms juga engga boleh membiarkan si kecil berjemur terlalu lama. Moms juga harus mengenakan topi atau pelindung kepala agar sinar matahari enggak langsung terkena ke mata si kecil. Nah bagi Moms yang masih ragu, mungkin Moms bisa menjemur bayi di bawah pohon atau bisa mengantisipasi dengan payung agar engga langsung terkena kulit bayi.
Jika si kecil yang berusia kurang dari 6 bulan hanya boleh berjemur selama 10 menit aja, sedangkan kalau usianya sudah lebih dari 6 bulan cukup lakukan selama 10-15 menit tiap hari. Kalau kelamaan justru enggak baik untuk si kecil karena kulit bayi masih sensitif. Moms juga bisa mengenakan tabir surya (sunscreen) untuk bayi yang sudah berusia lebih dari 6 bulan. Moms bisa menyesuaikan jenisnya dan khusus untuk bayi dan kadar SPF yang engga terlalu tinggi ya. Tapi, untuk bayi yang memiliki kulit sensitif atau prematur, jangan gunakan sunscreen ya karena malah membuat kulitnya iritasi.
Untuk masalah jam yang ideal, sebenarnya masih menjadi perdebatan. Ada yang mengatakan menjemur bayi sebaiknya dilakukan sebelum jam 10 pagi atau setelah jam 4 sore. Tapi, ada pula yang menyarankan untuk menjemur bayi sekitar pukul 10 pagi. Bahkan ada juga yang mengatakan kalau bayi boleh berjemur di atas jam 10 pagi, namun hanya boleh dilakukan selama 5 menit saja.
Meskipun begitu, Moms harus lebih memperhatikan jam ya karena semakin siang, sinar ultraviolet akan semakin tinggi dan enggak baik untuk kulit bayi. Sinar UVA dan UVB bukannya menambah kadar vitamin D dalam tubuh tapi justru bisa merusaknya.