Ilustrasi seseorang dengan PTSD (The Dr.Oz Show/Edited by Herstory)
Sebagai seorang cewek, emang mood kita kadang berubah-ubah banget ya Beauty. Apalagi di saat-saat tertentu misalnya kalau lagi menstruasi. Mood kita bisa berantakan banget ya Beauty. Tapi, kalau Beauty berubah mood hampir setiap jam dan enggak ada pengaruh dari hormon, Beauty patut curiga ya. Bisa jadi Beauty menderita Borderline Personality Disorder (BPD) atau dikenal dengan gangguan kepribadian ambang.
Kondisi ini adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati dan citra diri yang berubah-ubah dan berperilaku impulsif. Seseorang yang mengidap BPD enggak cuma sekedar gangguan mental aja, tetapi juga mempengaruhi cara pikir, cara pandang, dan perasaan yang berbeda dari orang pada umumnya. Gangguan ini biasanya muncul saat menjelang dewasa. Tapi enggak menutup kemungkinan bisa terjadi di rentang usia lainnya.
Kepribadian ambang ini punya beberapa gejala diantaranya kondisi mood yang engga stabil, gangguan pola pikir dan persepsi, perilaku impulsif, dan menjalin hubungan yang intens tapi engga stabil. Mood yang enggak stabil ini akan dirasakan selama beberapa jam dan susah mengendalikan rasa marah. Pola pikir orang dengan kepribadian ambang juga memandang dirinya buruk dan takut diabaikan.
Mereka juga biasanya berperilaku impulsif seperti melukai diri sendiri, percobaan bunuh diri, penyalahgunaan alkohol, atau makan berlebihan. Penderita BPD juga biasanya menyukai seseorang tapi secara tiba-tiba ia menganggap orang itu enggak peduli lagi dengannya. Meskipun enggak semua gejala dirasakan oleh penderita, namun tingkat keparahan dan frekuensi juga akan mempengaruhi diagnosis.
Orang dengan gangguan ini bisa disebabkan karena berbagai faktor seperti lingkungan, genetik, adanya kelainan pada otak, dan adanya kepribadian tertentu seperti kepribadian agresif dan impulsif. Penderita BPD biasanya dapat didiagnosis oleh tenaga profesional. Mereka juga akan mendapatkan beberapa penanganan baik secara psikologis maupun obat-obatan.
Untuk penanganan psikologis, akan berfokus pada psikoterapi seperti dialog interaktif, melibatkan metode berpikir, dan berusaha untuk meningkatkan fokus. Sedangkan obat-obatan akan berfokus pada obat jenis antidepresan, obat antipsikotik, dan penyeimbang suasana hati. Pada kasus tertentu, penderita bisa saja harus dirawat inap karena mempunyai kecenderungan bunuh diri yang tinggi.
Kalau Beauty menderita atau mungkin orang terdekat didiagnosis BPD, sebaiknya lakukan pengobatan secara rutin baik ke psikiater maupun psikolog. Orang dengan kepribadian ambang bisa mengalami komplikasi penyakit mental lainnya seperti depresi, gangguan kecemasan, hingga bipolar. Mereka juga cenderung akan terjebak dalam konflik dengan individu lain seperti kehilangan pekerjaan, masalah hukum, hamil tanpa direncanakan, hingga bunuh diri.
Pemulihannya pun cukup lama, mulai dari berbulan-bulan hingga bertahu-tahun, tergantung dari seberapa parah penderitanya. Karena itu, pengobatan baik secara psikoterapi maupun obat-obatan akan sangat memantu pasien bisa mengembangkan kepribadiannya ke arah yang lebih baik. Kalau Beauty atau orang terdekat didiagnosis BPD, Beauty bisa memberinya dukungan emosi seperti support. Tapi Beauty juga bisa membuat batasan tertentu karena menjadi care giver juga cukup menguras mental.