Menu

Aman Enggak Sih Membiarkan Tali Pusar Setelah Bayi Lahir? Coba Simak Yuk!

06 Januari 2021 16:00 WIB

Lotus birth (Ohiohomebirth.com)

HerStory, Purwokerto —

Setelah melahirkan, biasanya Moms akan memotong tali pusar si kecil. Tapi sekarang lho Moms yang enggak memotong tali pusar bayi. Metode ini dinamakan lotus birth yaitu proses melahirkan bayi yang membiarkan tali pusar terhubung dengan plasenta hingga copot dengan sendirinya. Mungkin metode ini terdengar sangat asing ya Moms. Tapi metode lotus birth ini ternyata memang benar-benar dipraktekkan lho. Ada Moms yang benar-benar membiarkannya sampai mengering dan ada juga Moms yang tetap mengguntingnya setelah 24-48 jam. Alasannya, mereka beranggapan kalau plasenta hanya efektif kalau tersambung dengan tali pusar bayi dalam waktu maksimal 48 jam.

Menunda memotong tali pusar ini memang akan memberikan beberapa manfaat seperti bayi masih bisa menerima darah 30% lebih banyak daripada bayi yang langsung dipotong plasentanya. Hal ini tentu akan meningkatkan sel darah merah pada 1-2 hari pertama. Bahkan, penundaan pemotongan ini akan meningkatkan zat besi hingga usia 6 bulan. Untuk bayi prematur, tindakan ini bisa mengurangi resiko infeksi dan pendarahan. Tapi, penundaan ini hanya direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hanya selama 1-3 menit setelah bayi lahir. Sedangkan kalau dibiarkan mengering sendiri, tali pusar akan lepas sekitar 3-4 hari. Karena jangka waktu yang terlalu lama, lotus birth masih menjadi perdebatan di kalangan medis.

Meskipun manfaatnya cukup jelas, enggak berarti lotus birth ini enggak ada resiko ya Moms. Membiarkan tali pusar kering dalam beberapa hari akan membuat bakteri lebih mudah masuk dan rentan infeksi. Plasenta yang masih mengandung darah juga bisa menularkan infeksi ke bayi kalau enggak segera dipotong. Infeksi bisa terjadi kapan aja kalau Moms memutuskan untuk tetap menggunakan lotus birth. Selain itu, penundaan ini juga bisa meningkatkan resiko bayi kuning karena kelebihan pasokan darah. Bayi yang dilahirkan dengan metode ini kemungkinan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk perawatan daripada bayi kuning yang memang murni terkena penyakit.

Artikel Pilihan