Ilustrasi gangguan menstruasi (Manchaster Evening News/Edited by HerStory)
Ketika melakukan hubungan intim, orgasme adalah hal yang paling dinantikan oleh para pasangan. Pasalnya, orgasme merupakan puncak kenikmatan yang akan dilalui oleh suami dan isteri saat bercinta.
Akan tetapi, ada juga lho moms yang mengalami kram setelah ia melewati puncak kenikmatan tersebut. Di dalam dunia medis, kondisi kram setelah melakukan hubungan intim biasa disebut dengan dispareunia. Rasa nyeri itu dapat berlangsung sekitar 5 menit hingga beberapa jam setelah bercinta.
Melansir dari berbagai sumber (06/01/2021), ada beberapa hal yang dapat menjadi pemicu terjadinya dispareunia atau rasa kram sesaat setelah orgasme. Kira-kira apa saja ya pemicunya? Yuk, simak informasi berikut ini.
Radang panggul merupakan salah satu infeksi yang terjadi pada organ reproduksi wanita bagian atas, termasuk rahim dan ovarium. Biasanya hal tersebut akan menimbulkan gejala seperti nyeri di daerah panggul, perdarahan setelah berhubungan intim, dan nyeri saat buang air kecil.
Fibroid adalah tumor jinak yang tumbuh dan berkembang di dalam rahim atau pada dinding otot rahim. Wanita yang mengalami fibroid biasanya mengalami gejala seperti menstruasi berlebihan yang disertai dengan nyeri, kram perut, dan merasakan sakit saat berhubungan intim.
Perlu diketahui, bahwa melakukan penetrasi yang terlalu dalam juga bisa menyebabkan iritasi dan menimbulkan rasa kram lho moms. Cedera infeksi yang terjadi pada area serviks dapat mengakibatkan perut terasa kram setelah berhubungan seks.
Itu dia 3 hal yang menyebabkan kamu mengalami kram perut setelah mencapai orgasme. Pada umumnya rasa kram tersebut akan hilang dengan sendirinya. Namun, apabila rasa nyeri tak kunjung hilang, segera konsultasikan dengan dokter ya moms!