Menu

Kupas Tuntas Fenomena Ibu Mertua dan Menantu Sering Gak Akur, Dewi Yull Tahu Alasannya! Kira-kira Apa Sih?

09 Juni 2024 21:45 WIB

Ilustrasi mertua galak. (Freepik/Edited by HerStory)

HerStory, Jakarta —

Fenomena menantu tak akur dengan mertua sudah menjadi momok di masyarakat. Kini, Dewi Yull mengungkapkan pandangannya tentang konflik yang sering terjadi di rumah tangga ini.

Dalam podcast yang dipandu Nikita Willy, Dewi Yull menilai kebanyakan mertua merasa anaknya diambil setelah menikah dan memulai kehidupan yang baru.

"Jadi kenapa terjadi konflik antara mertua dan menantu? Kebanyakan mertuanya itu merasa anaknya diambil, anaknya belum memberikan pengorbanan, belum bakti istilahnya," ungkap Dewi Yull.

Rupanya, sebetulnya orangtua tak berhak untuk menuntut banyak dari anak mereka. Pasalnya, anak tak bisa memilih ingin dilahirkan di mana dan di keluarga seperti apa.

"Padahal menurutku anak juga nggak minta dilahirkan kan, mereka nggak bisa milih mau lahir dari keluarga seperti apa, dari orang tua yang seperti apa," sambungnya.

"Tapi tiba-tiba ibu terutama merasa 'kamu lahir dari saya, saya mau mati ngelahirin kamu, saya udah berkorban'," bebernya.

Menurutnya, seharusnya orangtua tak berpikir untuk mendapatkan timbal balik usai membesarkan buah hatinya.

Kelahiran adalah titipan dari Tuhan. Seperti yang diketahui, titipan bukan berarti untuk dimiliki selamanya.

"Jadi kayak minta timbal balik, lupa kalau tidak semua orang dititipi (anak). Inikan masalah titipan, pemahaman terhadap titipan dari Yang Maha Kuasa," pungkasnya.

Artikel Pilihan