Ilustrasi bayi bermain kerincingan. (Pinterest/Freepik)
Moms, Dads, kalian pasti tahu jika dunia anak itu tentang bermain. Itu karena anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi.
Itu sebabnya anak selalu bersemangat setiap ada mainan baru, meski mainan di rumahnya sangat banyak. Tapi di satu sisi, Moms and Dads gak bisa asal memberikan mainan kepada anak. Ada beberapa tips yang harus para orangtua terapkan dalam memilih mainan anak.
Mengutip dari buku 'Pola Asuh Kreatif Panduan untuk Orangtua', berikut ini 6 tips memilih mainan untuk anak
Moms, pastikan semua mainan yang akan diberikan kepada anak memang sudah sesuai dengan umurnya. Misal, saat si kecil masih balita, Moms bisa beri permainan mengenal warna, motorik, dan kosakata.
Dads, saat membeli mainan untuk anak, coba pikirkan apa kemampuan yang sedang berkembang pada si kecil. Seperti misalnya Dads membelikan bola untuk anak balita yang sedang Latihan menangkap, melempar, dan meraba.
Moms dan Dads harus teliti mengenali kepada anak-anak mainan apa saja yang boleh dimiliki dan tak boleh dimiliki. Mana yang bahaya dan mana yang aman. Hala itu secara tak langsung akan melatih anak belajar tentang risiko permainan yang dimilikinya.
Moms, agar kegiatan anak jadi seimbang, pastikan untuk terus melatih motorik kasar, motorik halus, konsentrasi, kendali diri, kesabaran, dan imajinasi.
Moms perhatikan setiap detail dari permainan anak. Misal jika ada tali dalam mainan yang panjangnya tidak lebih 40 cm, tiati karena tali itu bisa dengan mudah menjerat leher anak. Atau ada juga pistol berisi peluru butiran kecil, seperti kelereng sebaiknya dihindari anak karena belum bisa memainkannya dengan tepat.
Moms, anak-anak akan makin akrab jika melihat benda tersebut setiap hari, misalnya botol bekas, kotak susu, sereal, dan lain-lain. Benda itu bisa jadi mainan yang bisa tingkatkan kreativitas anak.