Sumber konten: IFBC Bandung 2025
Brand kecantikan dan fashion lokal Makaffah turut meramaikan gelaran INFO FRANCHISE & BUSINESS CONCEPT (IFBC) EXPO 2025 yang digelar 18–20 Juli di Graha Manggala Siliwangi, Bandung.
Dalam pameran yang digelar Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) bersama Neo Expo Promosindo ini, Makaffah hadir di Booth No. 17 dengan dua lini usaha: Makaffah Salon and Bridal serta Makaffah Signature.
CEO Makaffah, Sukmawati Bachtiar, menegaskan keikutsertaan kali ini sebagai bentuk komitmen perusahaan terhadap ekspansi usaha dan penciptaan lapangan kerja di Jawa Barat.
“Diawali dari pembukaan outlet pertama di Cimahi pada 2015, kemudian dua outlet di Bandung, saya melihat IFBC 2025 di Bandung bukan hanya sebagai peluang besar tetapi juga komitmen kami terhadap peluang kerja dan penyerapan tenaga kerja di provinsi terpadat di Indonesia,” kata Sukmawati.
Makaffah menawarkan tiga paket investasi franchise salon mulai dari Rp150 juta, dengan franchise fee Rp50 juta untuk masa kerja sama lima tahun. Tiga skema paket terdiri dari Starter, Pro, dan Master, dengan layanan berjenjang mulai dari salon mini hingga pusat perawatan wanita lengkap plus bridal dan fashion.
Untuk lini Makaffah Signature, mitra dapat membuka bisnis penyewaan busana spesial tanpa beban biaya bulanan bahan baku. Investasi kemitraan dibuka mulai dari Rp157,5 juta, dengan franchise fee Rp25 juta.
“Kami memberikan pilihan bagi pengunjung IFBC 2025 yang berminat menjadi wirausaha bidang kecantikan. Semuanya memberikan keuntungan yang lumayan bagi pengunjung,” jelas Sukma.
Makaffah juga meluncurkan penawaran menarik khusus IFBC 2025, seperti DP hanya Rp5 juta plus free treatment senilai Rp990 ribu, diskon hingga Rp100 juta untuk deal di booth, serta voucher diskon treatment 30%.
Ketua AFI, Anang Sukandar, dalam pembukaan acara menekankan pentingnya keseriusan pelaku usaha. “Untuk maju harus bekerja keras, para calon pengusaha dan pengusaha tidak boleh asal-asalan. Mereka harus serius menekuni bidang usahanya.”
Hal senada diungkapkan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Iqbal S. Shofwan. Ia menyatakan dukungan pemerintah terhadap waralaba lokal sebagai bagian dari pengembangan pasar dalam negeri.
"Kementerian Perdagangan memiliki 3 (tiga) fokus program kerja, salah satunya pengembangan pasar dalam negeri. Karena itu, kita ingin barang dalam negeri dan jumlah pengusaha dalam negeri semakin banyak," jelasnya.
Menjawab tantangan itu, Sukmawati menekankan pentingnya model bisnis yang fleksibel dan sistematis. “Untuk itu Makaffah Salon & Bridal menawarkan strategi bisnis yang dirancang berbasis fleksibilitas investasi dan diversifikasi unit usaha. Kami mengadopsi pendekatan kemitraan bertingkat (multi-tier franchise model) yang memungkinkan calon mitra memilih skema usaha sesuai dengan kapasitas modal dan kesiapan operasional masing-masing,” papar Sukma.
Pameran IFBC 2025 ditargetkan menarik lebih dari 6.000 pengunjung dan menghadirkan puluhan peluang bisnis dari waralaba besar, termasuk Indomaret, TMI, dan Indogrosir.