Menu

FWD Insurance Ungkap Strategi Jitu Jaga Loyalitas Nasabah Lewat Studi Eksklusif Bareng Kadence

13 Agustus 2025 10:00 WIB

FWD Insurance (istimewa)

HerStory, Jakarta —

PT FWD Insurance Indonesia (FWD Insurance) bersama PT Kadence International meluncurkan studi mendalam untuk mengurai strategi industri asuransi dalam menjaga loyalitas sekaligus keterlibatan nasabah.

Studi ini muncul di tengah tingginya ekspektasi masyarakat terhadap layanan asuransi, khususnya terkait program loyalitas yang mampu mempertahankan dan menarik pelanggan baru.

“Saat ini belum ada formula pasti bagi industri asuransi dalam menjaga loyalitas dan keterlibatan individu sebagai pengguna produk asuransi. Kami bekerja sama dengan Kadence International melakukan studi Customer Program Research untuk memahami program seperti apa yang diinginkan yang dapat mempertahankan loyalitas dan keterlibatan nasabah, sekaligus meningkatkan daya tarik kepada nasabah yang relevan dengan kebutuhannya,” ujar Rudy F Manik, Chief Human Resources & Marketing Officer FWD Insurance, di Jakarta, Selasa (12/8/2025).

Studi yang menyasar pemilik asuransi jiwa sekaligus kelompok non-pemilik ini mengungkap bahwa 93% responden menempatkan keamanan dan stabilitas keuangan sebagai prioritas utama, dengan 55% fokus pada kepemilikan asuransi dan dana medis, termasuk dana darurat kesehatan.

Terlihat juga ada perbedaan pola keuangan antar usia, di mana kelompok usia 25-35 tahun lebih menabung untuk masa depan, sementara kelompok usia 45-50 tahun menyiapkan dana medis dan modal usaha.

Safiudin Alwi, Head of Business Acceleration Kadence International, menambahkan bahwa temuan ini memberi insight penting bagi inklusi keuangan industri asuransi jiwa.

“Data juga menunjukkan responden memiliki rata-rata enam produk keuangan. Asuransi berada di lima besar produk yang dimiliki, bersama rekening tabungan, pembayaran digital, pembayaran fisik, dan produk Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS),” ungkapnya.

Tingkat literasi asuransi juga cukup tinggi dengan 82% responden memahami dasar-dasar produk asuransi, terutama membedakan fungsi asuransi dengan tabungan.

Adanya faktor eksternal, seperti cerita keluarga dan informasi dari media sosial maupun influencer, menjadi pendorong utama keputusan pembelian asuransi.

Dalam hal program nasabah, survei mengungkap ekspektasi tinggi pada layanan pemeliharaan kesehatan (wellness), promosi produk, dan pengalaman asuransi eksklusif.

Kepuasan terhadap program loyalitas tercatat sebesar 93gi pemilik asuransi, sedangkan bagi non-pemilik, program loyalitas menjadi faktor signifikan yang mendorong minat beli.

Rudy menegaskan, “Hasil studi ini menjadi daya dorong kami untuk senantiasa berfokus pada nasabah dengan dukungan teknologi. Hal ini merupakan upaya kami dalam mewujudkan visi mengubah cara pandang masyarakat tentang asuransi.”

Adanya studi ini menjadi cerminan penting bagi industri asuransi di Indonesia dalam mengembangkan program loyalitas yang tepat guna dan inovatif, demi meningkatkan engagement sekaligus mendorong inklusi keuangan yang lebih luas.

Share Artikel:

Oleh: Azka Elfriza

Artikel Pilihan