Menu

Candu Minum Kopi Susu dan Matcha? Awas Beauty Bahaya Diabetes di Usia Muda

19 Agustus 2025 18:55 WIB

Alat pengukur kadar gula darah. (Pinterest/Freepik)

HerStory, Jakarta —

Belakangan kaum urban lebih menggemari minuman dan makanan manis. Salah satu minuman yang sedang digemari anak muda adalah es kopi susu dan es matcha latte. Sayangnya kedua minuman ini bisa menjadi pemicu diabetes di usia muda, terlebih jika dikonsumsi berlebihan. 

Dijelaskan oleh dr. Pandu Tridana Sakti, Sp. PD, AIFO-K Spesialis Penyakit Dalam - Eka Hospital Permata Hijau Memiliki keahlian tambahan dalam Bidang Ilmu Faal Olahraga (AIFO), diabetes melitus tak melulu menyerang orang tua, tapi juga bisa menyerang anak muda

"Diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2, tetap bisa menjangkiti anak muda berapa pun usianya," jelas dr. Pandu. Ditambahkan dr. Pandu,"kedua jenis diabetes ini bedanya dilihat dari pemicunya.  Diabetes melitus tipe 1 terjadi karena penyakit autoimun yang menyebabkan pankreas tidak dapat memproduksi insulin. Sementara itu, diabetes melitus tipe 2 muncul sebagai efek dari pola makan tidak sehat karena tidak bisa mengontrol asupan gula yang masuk dalam tubuh," lanjut dr. Pandu.

Pada diabetes tipe 2, biasanya muncul sebagai efek jangka panjang dari kebiasaan buruk di masa muda. Namun, gejalanya bisa datang lebih cepat jika Anda tidak mengendalikan asupan makanan, terutama jika menggugah selera.

 Ciri-Ciri Diabetes di Usia Muda

Baik diabetes tipe 1 atau tipe 2 sebenarnya punya ciri-ciri yang hampir serupa. Perbedaannya, penderita diabetes tipe 1 kemungkinan akan mengalami penurunan berat badan meski sedang tidak sedang diet. Selain itu, gejala diabetes di usia muda berkembang secara bertahap dalam hitungan bulan hingga tahunan dan tak jarang baru bisa terdeteksi lewat medical check-up.

Secara umum, berikut beberapa kondisi yang menjadi ciri-ciri diabetes di usia muda:

  1. Mudah lapar.
  2. Mudah haus.
  3. Disfungsi ereksi bagi pria.
  4. Pandangan kabur.
  5. Lemahnya kekuatan otot.
  6. Menurunnya gairah seksual.
  7. Mudah lelah.
  8. Perubahan suasana hati (mood swing) secara tiba-tiba.
  9. Meningkatnya jumlah urin saat buang air kecil.
  10. Luka membutuhkan waktu lama untuk sembuh dan kering.

Pemeriksaan Diabetes

Untuk memastikan apakah Anda menderita diabetes atau tidak, diperlukan sejumlah pemeriksaan. Di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Tes gula darah sewaktu
  • Tes gula darah puasa
  • Tes toleransi glukosa
  • Tes HbA1c (tes kadar gula darah rata-rata)

Di usia muda, kebanyakan orang cenderung mempunyai pola makan yang tidak sehat. Sebagai contoh, banyak anak muda yang lebih menyukai fast food dan makanan-makanan manis seperti donat, kue, hingga minuman boba dibandingkan mengkonsumsi makanan sehat.

Ketika mengonsumsi gula secara berlebihan, terjadi peningkatan resistensi insulin. Peningkatan resistensi insulin membuat tubuh tidak dapat memproses kelebihan gula dengan baik. 

Lonjakan kadar gula darah kemudian tak bisa terhindarkan dan memicu penyakit diabetes melitus tipe 2. Selain pola makan, faktor seperti usia, berat badan, genetik, dan gaya hidup juga turut berperan dalam berkembangnya penyakit ini. Nah Beauty, mulai sekarang, yuk, kurangi asupan gula tiap harinya.

Share Artikel:

Oleh: Ida Umy Rasyidah

Artikel Pilihan